SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Di tengah polemik yang berkembang terkait kepengurusan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi periode 2026–2031, para pengurus Kwartir Ranting (Kwarran) menegaskan komitmennya untuk tetap mengabdi dan memajukan Gerakan Pramuka melalui jalur organisasi yang berlaku.
Ketua Kwarran Cibeureum, Miftahudin, mengatakan pihaknya akan menghormati keputusan yang telah ditetapkan dan menempuh langkah normatif secara administratif.
“Jika sudah menjadi keputusan, apa boleh buat. Berarti kita akan kembali ke kandang masing-masing, karena kandang kita itu di ranting kecamatan,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, dinamika yang terjadi tidak akan mengurangi semangat pengabdian para pengurus di tingkat ranting. Ia menegaskan, tujuan utama keterlibatan dalam Gerakan Pramuka adalah untuk membina generasi muda dan memajukan organisasi, bukan mencari keuntungan pribadi.
“Tidak berkarya di Kwarcab, kami tetap mengabdi di Kwarran masing-masing. Semangat kami semata-mata demi Gerakan Pramuka. Secara ekonomis apa yang diharapkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kwarran Gunungpuyuh, Sutrisno, menjelaskan bahwa proses penyusunan kepengurusan yang dilakukan sebelumnya merupakan pelaksanaan amanat Musyawarah Cabang (Muscab).
Ia menyebut tim formatur terdiri dari lima unsur, yakni perwakilan Mabicab yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Ketua Kwarcab terpilih Ranty Rachmatilah, serta perwakilan Kwarran Cibeureum dan Gunungpuyuh.
Menurut Sutrisno, rapat formatur yang berlangsung di rumah dinas wakil wali kota berjalan dengan baik, kolaboratif, dan mengakomodasi berbagai aspirasi dari peserta rapat.
“Aspirasi dari masing-masing peserta semuanya terakomodir, baik dari unsur pengurus lama maupun baru. Memang waktu itu ada yang tertunda karena ada andalan yang harus ditanya kesiapannya,” katanya.
Ia mengungkapkan, salah satu usulan yang belum terakomodasi saat itu adalah terkait posisi Ketua Harian.
Meski muncul berbagai pandangan dan isu setelah rapat formatur, Sutrisno menilai yang terpenting saat ini adalah menjaga semangat kebersamaan serta memastikan Gerakan Pramuka tetap berjalan dan berkembang.
Menurutnya, kolaborasi antara generasi senior dan generasi muda dalam kepengurusan menjadi modal penting untuk menghadirkan semangat baru dalam organisasi.
“Pada prinsipnya kolaborasi tua dan muda dalam kepengurusan diharapkan membawa atmosfer dan semangat baru yang lebih baik. Pertanyaannya sekarang, Pramuka ini mau dibawa ke mana ke depannya?” pungkasnya. (Usep)