JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 5 Juni 2026 — Dalam upaya meningkatkan kualitas publikasi dan membangun citra positif institusi, Rutan Kelas IIB Jeparamengikuti kegiatan Peningkatan Pelaksanaan Membangun Citra dan Reputasi Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran petugas yang membidangi kehumasan dan pengelolaan informasi publik. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai sarana penguatan kapasitas jajaran pemasyarakatan dalam menyampaikan informasi yang positif, akurat, dan transparan kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi terkait strategi komunikasi publik, pengelolaan media sosial, penulisan berita, hingga upaya membangun reputasi institusi pemasyarakatan yang profesional dan terpercaya.   Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan mampu meningkatkan kualitas penyebarluasan informasi publik sehingga masyarakat dapat mengetahui berbagai program, kegiatan, serta capaian positif yang dilaksanakan oleh institusi pemasyarakatan.   Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, (Renza Maisetyo, A.Md.IP., S.H., M.H.), menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam mendukung keterbukaan informasi dan penguatan citra institusi. “Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan jajaran dalam membangun komunikasi publik yang baik serta menyampaikan informasi positif kepada masyarakat secara tepat dan transparan,” ujarnya.   Beliau juga menambahkan bahwa citra dan reputasi institusi dibangun melalui kinerja yang baik dan penyampaian informasi yang efektif. “Kami berharap melalui kegiatan ini, jajaran Rutan Jepara dapat semakin optimal dalam memanfaatkan media publikasi untuk menunjukkan berbagai program dan pelayanan yang telah dilaksanakan secara profesional dan humanis,” imbuhnya.   Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif, di mana peserta aktif mengikuti pemaparan materi dan sesi diskusi. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Jepara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik serta membangun citra pemasyarakatan yang positif, profesional, dan terpercaya.(Wely) Sumber:Humas Rutan Jepara

Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Upaya pelarian seorang pelaku penjambretan yang mengincar nasabah bank di Kabupaten Kuningan akhirnya berakhir di tangan aparat kepolisian. Setelah melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan sejumlah alat bukti, Satreskrim Polres Kuningan berhasil menangkap seorang pria berinisial AR (26), warga Kecamatan Ciawigebang, yang diduga kuat melakukan aksi pencurian dengan kekerasan terhadap seorang nasabah bank. Kasus ini menjadi perhatian karena pelaku diduga telah mengincar korban sejak keluar dari bank dan memanfaatkan kelengahan korban untuk menjalankan aksinya. Wakapolres Kuningan Kompol Eryda Kusumah didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Aziz serta Kasi Humas AKP Mugiyono mengungkapkan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Kuningan, Kamis (4/6/2026). Menurut Kompol Eryda, kejadian bermula ketika korban selesai melakukan transaksi di salah satu bank yang berada di wilayah Kecamatan Sindangagung. Tanpa disadari, korban telah menjadi target pelaku yang sejak awal membuntuti pergerakannya. Setelah meninggalkan bank, korban berhenti di sebuah warung untuk membeli sayuran. Saat itu korban meninggalkan tas di atas sepeda motor dalam kondisi tidak terawasi. Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan pelaku untuk mengambil tas dan melarikan diri. “Pelaku mengikuti korban dari area bank. Saat korban lengah dan meninggalkan tas di atas kendaraan, pelaku langsung mengambilnya dan kabur dari lokasi,” ungkap Kompol Eryda. Tas yang dibawa kabur berisi sejumlah barang berharga, antara lain uang tunai, telepon genggam, perhiasan emas, dompet, serta berbagai dokumen penting milik korban. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang cukup besar dan segera melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian. (Asep Rusliman)

Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kuningan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak kriminalitas. Khususnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih menjadi perhatian masyarakat. Dalam dua pengungkapan kasus yang berbeda, polisi berhasil menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor yang beraksi di wilayah Kecamatan Hantara dan Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Kedua pelaku menggunakan modus yang berbeda, namun sama-sama berhasil diungkap berkat kerja cepat petugas serta dukungan rekaman CCTV dan keterangan para saksi. Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Kuningan, Kamis 4 Juni 2026. Wakapolres Kuningan, Kompol Eryda Kusumah menjelaskan, penyelidikan dilakukan secara intensif setelah pihaknya menerima laporan kehilangan kendaraan dari masyarakat. “Petugas melakukan serangkaian penyelidikan, mengumpulkan keterangan saksi, dan menganalisis rekaman CCTV hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi serta menangkap para pelaku,” ujarnya. Kasus pertama terjadi di kawasan perkebunan Desa Pakapasan Girang, Kecamatan Hantara. Seorang warga kehilangan sepeda motor Honda Revo yang sebelumnya diparkir di area perkebunan. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi pelaku berinisial IS (38), warga Kecamatan Hantara. Pelaku diduga melakukan aksi pencurian seorang diri dengan cara merusak kunci kontak kendaraan sebelum membawa kabur sepeda motor milik korban. Setelah mengetahui identitas pelaku, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Kuningan bersama Unit Reskrim Polsek Ciniru bergerak melakukan pengejaran. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika pelaku berhasil diamankan di sebuah warung kopi yang berada di Jalan Cut Nyak Dhien, Kelurahan Winduhaji, Kecamatan Kuningan. Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut. (Asep Rusliman)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-5-juni-2026- Kepolisian Resor Jepara akan melaksanakan Operasi Patuh Candi 2026 yang digelar serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Operasi ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.   Kasihumas AKP Dwi Prayitno menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi tahun ini tetap mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan penegakan hukum yang terukur, terutama terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. “Operasi ini bukan hanya penindakan, tetapi juga upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan selamat di jalan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Bidik-kasusnews via WhatsApp 5 Juni 2026.   Selama operasi berlangsung, petugas akan menyasar berbagai pelanggaran prioritas seperti tidak menggunakan helm standar, tidak memakai sabuk pengaman, penggunaan ponsel saat berkendara, melawan arus, menerobos lampu merah, hingga pelanggaran marka jalan.   Selain itu, pengendara di bawah umur serta kendaraan yang tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi tersebut.   Polres Jepara menegaskan bahwa penindakan akan lebih banyak menggunakan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) handheld sebagai bentuk transformasi digital dalam penegakan hukum lalu lintas.   Namun, tilang manual tetap diberlakukan untuk pelanggaran tertentu yang dinilai berisiko tinggi. Polres Jepara juga mencatat bahwa pelanggaran seperti tidak menggunakan helm dan pengendara di bawah umur masih menjadi kasus dominan di wilayah tersebut. Karena itu, selain penegakan hukum, jajaran kepolisian juga mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.   Melalui Operasi Patuh Candi 2026 ini, Polres Jepara berharap tingkat kepatuhan masyarakat semakin meningkat sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di Kabupaten Jepara. “Keselamatan adalah prioritas bersama. Mari wujudkan Jepara yang tertib berlalu lintas,” pungkasnya. (Wely)

MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Komisi III DPRD Majalengka melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke hasil pekerjaan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka tepatnya di Jalan Ciandeu-Sidamukti dan menekankan semua pekerjaan proyek pemerintah hasilnya berkualitas dan bermanfaat. Menurut keterangan Ketua Komisi III DPRD Majalengka, Iing Misbahuddin bahwa karena ini menjadi atensi dari masyarakat secara fisik hasil pekerjaan ini sudah kita lihat. “Secara fisik sudah kita lihat,kita juga mencari titik titik mana saja yang kemarin ada belah, ada pecah kita cek. Dan kelihatannya sudah ditutup yang retak retak rambut itu, kita lihat sudah ditambal atau diperbaiki. Tapi apapun itu yang menjadi perhatian masyarakat, intinya kan maayarakat itu sederhana, anggaran ini kan dari pemerintah dari uang pajak rakyat, ini masyarakat sudah memberikan perhatian dan setidaknya dari pemerintah merupakan sebuah catatan sudah banyak juga dari tahun tahun sebelumnya dan kami menegaskan dari Komisi III agar jangan sampai anggaran tahun 2026 ini apalagi yang belum dilaksanakan terjadi penyimpangan penyimpangan atau hasil pekerjaannya bermasalah, ” tegas Iing, Kamis (04/06/26). Masih kata Iing, kita sebagai bagian dari pemerintah daerah, kita mendukung apa yang menjadi visi misi dari Bupati Majalengka dan Wakil Bupati Majalengka yakni ingin mewujudkan Majalengka Langkung SAE. “Kita juga apresiasi dari Bapak.Bupati bagaimana ingin jalan bagus artinya sudah sejalan dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat,tinggal bagaimana di lapangannya. Nah ini yang menjadi perhatian kita bersama. Kita juga tidak bosan bosan mengingatkan agar para pelaksana di lapangan mengerjakan proyek jangan asal asalan, tetapi mengedepankan kualitas walaupun mungkin sekarang harga harga sudah naik, dan ini juga menjadi perhatian pemetintah untuk menyesuaikan,” paparnya. Ditambahkannya, jangan sampai nanti anggarannya ketat akan tetapi harga harganya naik, bisa mengurangi volume pekerjaan. Akan tetapi kita tidak menginginkan itu berimbas kepada kualitas pekerjaan proyek PUTR. “Tetap dijaga kualitas proyek pekerjaannya, jangan sampai mengecewakan masyarakat karena pembangunan kan dari uang pajak rakyat, makanya kita sedang membahas Raperda pengawasan kontruksi,” imbuhnya. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Di tengah polemik yang berkembang terkait kepengurusan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi periode 2026–2031, para pengurus Kwartir Ranting (Kwarran) menegaskan komitmennya untuk tetap mengabdi dan memajukan Gerakan Pramuka melalui jalur organisasi yang berlaku. Ketua Kwarran Cibeureum, Miftahudin, mengatakan pihaknya akan menghormati keputusan yang telah ditetapkan dan menempuh langkah normatif secara administratif. “Jika sudah menjadi keputusan, apa boleh buat. Berarti kita akan kembali ke kandang masing-masing, karena kandang kita itu di ranting kecamatan,” ujarnya, Jumat (5/6/2026). Menurutnya, dinamika yang terjadi tidak akan mengurangi semangat pengabdian para pengurus di tingkat ranting. Ia menegaskan, tujuan utama keterlibatan dalam Gerakan Pramuka adalah untuk membina generasi muda dan memajukan organisasi, bukan mencari keuntungan pribadi. “Tidak berkarya di Kwarcab, kami tetap mengabdi di Kwarran masing-masing. Semangat kami semata-mata demi Gerakan Pramuka. Secara ekonomis apa yang diharapkan,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Kwarran Gunungpuyuh, Sutrisno, menjelaskan bahwa proses penyusunan kepengurusan yang dilakukan sebelumnya merupakan pelaksanaan amanat Musyawarah Cabang (Muscab). Ia menyebut tim formatur terdiri dari lima unsur, yakni perwakilan Mabicab yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Ketua Kwarcab terpilih Ranty Rachmatilah, serta perwakilan Kwarran Cibeureum dan Gunungpuyuh. Menurut Sutrisno, rapat formatur yang berlangsung di rumah dinas wakil wali kota berjalan dengan baik, kolaboratif, dan mengakomodasi berbagai aspirasi dari peserta rapat. “Aspirasi dari masing-masing peserta semuanya terakomodir, baik dari unsur pengurus lama maupun baru. Memang waktu itu ada yang tertunda karena ada andalan yang harus ditanya kesiapannya,” katanya. Ia mengungkapkan, salah satu usulan yang belum terakomodasi saat itu adalah terkait posisi Ketua Harian. Meski muncul berbagai pandangan dan isu setelah rapat formatur, Sutrisno menilai yang terpenting saat ini adalah menjaga semangat kebersamaan serta memastikan Gerakan Pramuka tetap berjalan dan berkembang. Menurutnya, kolaborasi antara generasi senior dan generasi muda dalam kepengurusan menjadi modal penting untuk menghadirkan semangat baru dalam organisasi. “Pada prinsipnya kolaborasi tua dan muda dalam kepengurusan diharapkan membawa atmosfer dan semangat baru yang lebih baik. Pertanyaannya sekarang, Pramuka ini mau dibawa ke mana ke depannya?” pungkasnya. (Usep)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Ground Breaking Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI yang digelar secara serentak di 63 titik wilayah jajaran Kodam XXI/RI, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “TNI AD Hadir untuk Rakyat” sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Di Kota Bandar Lampung, kegiatan dipusatkan di Jalan Impres Umbul Kunci, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Timur. Komandan Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., hadir langsung mengikuti rangkaian kegiatan melalui zoom meeting bersama jajaran Forkopimda, pejabat TNI, dan unsur pemerintah daerah. Ground breaking ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses transportasi masyarakat, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan sarana penghubung guna menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Dalam pelaksanaannya, Kodim 0410/KBL juga mengerahkan jajaran Babinsa untuk turut mengawal dan mendampingi proses pembangunan di lapangan. Salah satunya adalah Serda Yulhaidir, yang akan berperan aktif memastikan pembangunan berjalan lancar sekaligus menjalin komunikasi dengan masyarakat di wilayah binaannya. Apresiasi terhadap program tersebut disampaikan Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui sambutan Wali Kota yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Wilson Faisol, S.E., M.M. Menurutnya, keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur merupakan bukti kuat sinergi antara pemerintah dan aparat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kehadiran TNI dalam mendukung pembangunan daerah menunjukkan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat yang terus terjaga. Program ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, sambutan Danrem 043/Garuda Hitam yang dibacakan Kasrem 043/Gatam, Kolonel Kav Roli Dewanto, menjelaskan bahwa pembangunan 30 titik jembatan pada Tahap V dan VI di Provinsi Lampung merupakan kelanjutan dari Program Jembatan Perintis Garuda yang sebelumnya telah menunjukkan hasil positif. Program tersebut telah berhasil membangun sejumlah jembatan di berbagai wilayah Lampung, termasuk di Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu, serta belasan titik lainnya yang telah rampung dan dimanfaatkan masyarakat. Usai kegiatan, Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya sebatas membangun sarana fisik, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Jembatan yang dibangun ini bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi penghubung harapan masyarakat untuk mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Kodim 0410/KBL siap mengawal seluruh tahapan pembangunan agar berjalan sesuai rencana,” tegasnya. Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB tersebut berjalan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI, diharapkan konektivitas antarwilayah di Provinsi Lampung semakin baik sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Agus)

HSU, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) bersama Satpolairud, TNI, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait menggelar aksi bersih-bersih sungai di kawasan Siring Tugu Itik Amuntai, Sungai Negara, Kecamatan Amuntai Tengah, Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan. Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Kapolres Hulu Sungai Utara bersama Wakapolres, jajaran pejabat utama Polres HSU, personel Satpolairud, Kapolsek Amuntai Tengah, anggota Koramil Amuntai Tengah, serta melibatkan BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, dan unsur terkait lainnya. Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan melakukan pembersihan sampah dan berbagai material yang berpotensi mencemari perairan di sepanjang kawasan Siring Tugu Itik hingga aliran Sungai Negara. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai guna mencegah pencemaran lingkungan dan mengurangi risiko banjir. Kapolres HSU menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi seremonial, melainkan bentuk kepedulian nyata Polri terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. “Menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, karena sungai yang bersih akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya. Kegiatan yang berlangsung secara kolaboratif tersebut mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Kehadiran Polri bersama TNI dan pemerintah daerah dinilai menjadi contoh nyata pentingnya sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selain menciptakan lingkungan perairan yang lebih bersih, kegiatan ini juga memperkuat komunikasi dan kerja sama antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung program pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Selama pelaksanaan kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas. Aksi bersih-bersih sungai ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri yang terus hadir melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polres Hulu Sungai Utara menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 5 Juni 2026 — Suasana hangat dan penuh kepedulian terlihat di depan Rutan Kelas IIB Jepara pada Jumat pagi. Melalui kegiatan Jum’at Berkah, jajaran pegawai Rutan bersama Kepala Rutan turun langsung membagikan paket makanan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas. Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Rutan Kelas IIB Jepara terhadap masyarakat sekitar. Dengan penuh semangat kebersamaan, para pegawai membagikan bingkisan makanan sambil menyapa warga yang melintas di kawasan rutan.   Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan baik antara petugas pemasyarakatan dengan masyarakat. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Jum’at Berkah menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa empati dan semangat berbagi kepada sesama,” ungkapnya.   Menurutnya, nilai kepedulian sosial penting untuk terus ditanamkan di lingkungan kerja agar tercipta budaya kerja yang humanis dan penuh kebersamaan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin.   Masyarakat pun menyambut baik kegiatan tersebut. Sejumlah pengguna jalan tampak antusias menerima paket makanan yang dibagikan. Mereka mengapresiasi langkah Rutan Kelas IIB Jepara yang dinilai mampu menghadirkan kedekatan dengan masyarakat melalui aksi sederhana namun bermakna.   Kegiatan Jum’at Berkah berlangsung lancar dan penuh keakraban. Melalui program ini, Rutan Kelas IIB Jepara kembali menegaskan komitmennya untuk terus aktif dalam kegiatan sosial dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

HSU, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) bersama sejumlah instansi terkait menggelar kegiatan Bakti Kebersihan Sungai sebagai bentuk dukungan terhadap Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Tugu Siring Itik Amuntai, Kelurahan Murung Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Kompol Sony Fratago Lumban Gaol, S.E., M.M., memimpin langsung kegiatan yang diawali dengan apel konsolidasi sebelum seluruh peserta turun melakukan pembersihan sungai. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten HSU Moch. Arifil, S.STP., M.I.P., Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten HSU Syamrani, S.Sos., M.AP., Kepala Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup Kabupaten HSU Masrai Syawfajar Nejar, S.P., M.P., unsur Koramil 07 Amuntai Tengah-Banjang, personel Satpolairud, BPBD, Dishub, serta sejumlah personel gabungan lainnya. Aksi bersih sungai ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai sumber kehidupan dan penopang ekosistem daerah. Kapolres HSU menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membersihkan sampah dan mengurangi pencemaran sungai, tetapi juga memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan yang sehat dan nyaman. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai. Lingkungan yang bersih akan berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat serta membantu mencegah terjadinya berbagai bencana lingkungan,” ujarnya. Program ASRI yang diusung dalam kegiatan ini menitikberatkan pada terciptanya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Pembersihan sungai dilakukan secara bersama-sama dengan mengangkat sampah dan material yang berpotensi menghambat aliran air. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko pencemaran dan mencegah terjadinya genangan maupun banjir akibat tersumbatnya saluran air. Selain memberikan dampak langsung terhadap kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi sungai dan tidak membuang sampah sembarangan. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui aksi bakti lingkungan tersebut, Polres Hulu Sungai Utara kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan menuju Hulu Sungai Utara yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. (Agus)