Jakarta, Bidik-KasusNews.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menunjukkan komitmennya dalam perang melawan narkoba dengan memusnahkan lebih dari 300 kilogram narkotika hasil pengungkapan berbagai kasus di sejumlah wilayah Indonesia. Pemusnahan barang bukti tersebut dilaksanakan pada Rabu (17/12/2025) di dua lokasi, yakni Buffer Area IPC Cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan PT Jasa Medivest Plant, Dawuan, Karawang, Jawa Barat.
Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus sepanjang periode Oktober hingga Desember 2025 di berbagai daerah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, hingga Nusa Tenggara Barat. Total narkotika yang dimusnahkan antara lain 113,23 kilogram sabu, 233,86 kilogram ganja, ribuan butir ekstasi, serta berbagai prekursor dan bahan kimia yang digunakan dalam produksi narkotika.
BNN mencatat, total barang bukti yang sebelumnya disita mencapai lebih dari 113,65 kilogram sabu, 235,11 kilogram ganja, dan 5.085 butir ekstasi, di mana sebagian kecil disisihkan untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium, penelitian, serta pendidikan dan pelatihan (IPTEK/Diklat). Pemusnahan dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh pejabat BNN, aparat penegak hukum, perwakilan kementerian/lembaga terkait, serta unsur masyarakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum.
Kepala BNN menegaskan bahwa pemusnahan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Langkah tersebut sekaligus bertujuan melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman narkotika yang kian masif dan terorganisir.
Sejumlah pengungkapan besar turut menjadi sorotan dalam pemusnahan ini, di antaranya jaringan pengiriman ganja lintas provinsi di Aceh dan Sumatera Utara dengan barang bukti lebih dari 230 kilogram ganja, pengungkapan paket ganja asal Amerika Serikat, serta penyelundupan ekstasi menggunakan truk di wilayah Sumatera Selatan. BNN juga berhasil membongkar laboratorium gelap (clandestine lab) di Tangerang yang memproduksi narkotika jenis sabu lengkap dengan prekursor dan bahan kimia berbahaya.
Selain itu, pengungkapan kurir udara rute Aceh–Lombok, operasi terpadu di kawasan rawan narkoba DKI Jakarta, hingga penindakan di perbatasan darat Entikong, Kalimantan Barat–Malaysia, menunjukkan bahwa jaringan narkotika masih aktif memanfaatkan berbagai jalur, baik darat, laut, maupun udara.
Melalui momentum ini, BNN kembali mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk aktif berperan dalam upaya P4GN, mulai dari lingkungan keluarga, komunitas, hingga dunia pendidikan. Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan indikasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui Call Center BNN 184.
“Dengan sinergi seluruh elemen bangsa, cita-cita Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar) bukan sekadar slogan, melainkan tujuan yang dapat diwujudkan bersama,” tegas BNN. (Agus)

