Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Curah hujan tinggi yang memicu banjir beberapa waktu lalu berdampak terhadap pertumbuhan tanaman jagung di Desa Tambalang Kecil, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Kondisi tersebut menjadi perhatian jajaran Polsek Sungai Pandan yang melakukan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di wilayah tersebut, Sabtu (5/9/2026).
Monitoring dilaksanakan mulai pukul 09.30 hingga 10.30 Wita. Petugas turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi tanaman sekaligus memantau perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung yang berhasil tumbuh hanya sebagian. Sementara sejumlah tanaman lainnya mengalami kegagalan pertumbuhan setelah lahan terdampak banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan beberapa waktu sebelumnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa faktor cuaca dan genangan air menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan tanaman jagung di wilayah tersebut. Karena itu, pemantauan lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi aktual lahan dan perkembangan tanaman.
Kegiatan monitoring dilakukan oleh lima personel Polsek Sungai Pandan, yakni Aipda Robiannoor, Aipda Kapsin Noor, S.H., Bripka Gunawan Susanto, Bripka Abdul Muin, dan Briptu Aldy Ramadhani.
Untuk menuju lokasi, personel menggunakan satu unit kendaraan R4 Polsek Sungai Pandan.
Selain menjadi bagian dari pemantauan program swasembada pangan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk melihat secara langsung kondisi pertanian masyarakat di wilayah hukumnya.
Monitoring berlangsung lancar. Selama kegiatan, situasi di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan terpantau aman dan kondusif.
(Agus)