HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM — Peristiwa keracunan massal terjadi di Desa Baruh Tabing, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), pada Minggu (1/2/2026) siang. Sedikitnya 153 orang mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi es buah yang disajikan dalam acara hajatan perkawinan warga setempat.
Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 11.00 WITA di Jalan Danau Terate RT 03, Desa Baruh Tabing. Es buah diketahui disediakan oleh tuan rumah hajatan, Ishak (67), seorang petani setempat.
Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, para korban mulai merasakan gejala sekitar 10 menit setelah mengonsumsi es buah, antara lain pusing berputar, mual, ingin muntah, serta rasa pahit di lidah. Korban terdiri dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Akibat kejadian itu, 128 orang dilarikan ke RSUD Pambalah Batung Amuntai, sementara 25 orang lainnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Banjang dengan menggunakan ambulans desa.
“Hasil observasi medis menyatakan 145 orang telah diperbolehkan pulang, sedangkan 8 korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Pambalah Batung Amuntai,” ujarKapolsek Banjang AKP Robby Ansharie Bahasuan, SH., MM.
Delapan korban yang masih dirawat terdiri dari empat anak-anak dan empat orang dewasa. Kondisi mereka dilaporkan dalam penanganan medis dan terus dipantau oleh pihak rumah sakit.
Sampel Diamankan, Uji Laboratorium Dilakukan
Polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu termos merah berisi sisa es buah yang diduga menjadi sumber keracunan. Sampel tersebut akan diuji di Laboratorium Tabalong dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Banjarbaru untuk memastikan kandungan yang diduga menyebabkan keracunan. Hasil uji laboratorium dijadwalkan keluar pada Senin (2/2/2026).
Adapun es buah yang dikonsumsi korban diketahui mengandung campuran pepaya, labu putih, nanas, biji selasih, dan sirup leci.
Pejabat Daerah Turun Langsung
Sejumlah pejabat daerah turut meninjau langsung korban di rumah sakit, di antaranya anggota DPRD HSU Dapil Amuntai Tengah–Banjang, Sekretaris Daerah Kabupaten HSU, Dinas Kesehatan, Kapolsek Banjang, unsur kecamatan, serta anggota TNI dari Koramil setempat. Kehadiran mereka bertujuan memastikan penanganan medis berjalan optimal.
Evaluasi dan Imbauan
Kepolisian mencatat bahwa peristiwa serupa telah dua kali terjadi di wilayah Kabupaten HSU, sehingga menjadi perhatian serius bagi semua pihak.
“Ini menjadi pelajaran penting agar penyelenggara hajatan lebih memperhatikan kebersihan, bahan baku, serta proses pengolahan makanan dan minuman yang disajikan kepada masyarakat,” kata Kapolsek.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan penyebab pasti keracunan. Proses penyelidikan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta hak semua pihak.
(Agus)
