SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lambannya penanganan jalan lingkungan rusak kembali menuai sorotan termasuk dari legislatif yang menyayangkan kurangnya sensitivitas pemerintah atas hal itu.
Kali ini disuarakan Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Feri Sri Astrina, melontarkan kritik keras terhadap DPUTR Kota Sukabumi yang dinilai tidak serius menindaklanjuti keluhan warga.
Feri mengungkapkan, laporan kerusakan jalan lingkungan telah berulang kali diterimanya dari masyarakat, bahkan sejak 2024.
Namun hingga kini, sejumlah titik yang diajukan belum juga terealisasi meski telah melalui proses pengajuan dan dua kali pengukuran.
Ia mencontohkan kondisi jalan lingkungan di Kampung Selakaso, Lembursitu, yang disebut sudah lebih dari satu tahun diajukan. Kerusakan serupa, lanjutnya, juga terjadi di wilayah Cikundul dan beberapa titik lain.
“Pengajuannya sudah lama, pengukuran juga sudah dua kali. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” ujarnya, Rabu (04/02/2026).
Menurut Feri, usulan tersebut bukan program baru karena telah masuk sejak masa reses DPRD tahun 2024.
Ia pun mempertanyakan alasan pemerintah daerah yang mengaitkan keterlambatan perbaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran.
Dalih efisiensi, tegasnya, tidak relevan. Pasalnya, pekerjaan seharusnya sudah dapat dilaksanakan sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.
Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Feri juga mengingatkan dampak kerusakan jalan lingkungan yang sudah menyentuh aspek keselamatan warga. Sejumlah titik rusak disebut menjadi pemicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua dan warga lanjut usia.
Ia mendesak pemerintah daerah segera memprioritaskan perbaikan jalan lingkungan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPUTR Kota Sukabumi belum memberikan tanggapan resmi atas kritik tersebut. (Usep)