Jakarta, Bidik-kasusnews.com — Kecelakaan maut kembali terjadi di kawasan yang kerap dikeluhkan sebagai “jalur tengkorak” oleh warga Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Seorang siswi SMK bernama Aulia (16) meninggal dunia setelah terlindas truk trailer di Jalan Raya Gudang Peluru, Senin (27/10/2025).
Peristiwa tragis itu terjadi saat korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy B 3418 UWO dari arah Marunda menuju Cilincing. Aulia mencoba menyalip sebuah truk trailer B 9962 UEK yang dikemudikan Iim (25), namun diduga tersenggol sepeda motor lain hingga terjatuh ke kolong truk.
“Saya berjalan pelan, terus ada motor lain yang menabrak korban. Motor itu kabur, korban jatuh dan kena bagian belakang truk saya,” kata Iim kepada petugas, Senin siang.
Korban tewas seketika di lokasi kejadian akibat luka berat terlindas roda truk.
Unit Laka Lantas Satlantas Jakarta Utara langsung menangani kecelakaan tersebut. Sopir truk beserta kendaraannya kini diamankan di kantor Laka Lantas Jalan Gunung Sahari, Pademangan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara jenazah korban dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo untuk proses visum.
Keluhan Warga: Truk Trailer Masuk Pemukiman Tanpa Penertiban
Warga Marunda dan sekitarnya kembali menyoroti keberadaan truk-truk bertonase besar yang bebas keluar masuk jalan pemukiman padat penduduk.
Kawasan Marunda–Rorotan diketahui bukan jalan arteri khusus kendaraan berat. Bahkan, sejumlah lokasi dijadikan garasi truk trailer tanpa tindakan tegas aparat pemerintah setempat.
Padahal, sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009, jalan pemukiman tidak diperbolehkan dilintasi kendaraan bertonase besar dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) di atas 8–10 ton.
Ketentuan kelas jalan tersebut membatasi:
- Kelas I & Jalan Khusus → khusus arteri dan kawasan industri
- Tidak diperbolehkan melewati jalan lingkungan pemukiman
Namun realitanya, pelanggaran kerap terjadi dan memicu keresahan masyarakat. Kecelakaan yang merenggut nyawa pelajar ini menjadi bukti nyata risiko yang terus mengintai.
Harapan Penertiban
Warga berharap Pemkot Jakarta Utara, kelurahan, hingga kecamatan segera bertindak tegas untuk mencegah korban jiwa berikutnya di jalur yang sama.
“Jangan sampai harus ada korban lagi baru ada tindakan,” keluh salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pengaturan lalu lintas kendaraan berat di kawasan pemukiman Marunda dan sekitarnya. ( Heri)