KUNINGAN.-Bidik-kasusnews.com,.Sebuah gelora semangat kebersamaan kembali menyala di kaki Gunung Ciremai. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Imbangan ke-129 Tahun 2026 resmi diluncurkan di Desa Gunung Manik, Kecamatan Ciniru, pada Kamis (13/8/2026). Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, ajang ini menjadi panggung utama bagi bukti nyata sinergi solid antara jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Kuningan, dan masyarakat dalam wujud gotong royong yang tulus.
Acara pembukaan yang berlangsung khidmat di Aula Desa Gunung Manik itu dihadiri oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., beserta unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, Kejaksaan Negeri, hingga perwakilan Muspika Ciniru dan Hantara. Kehadiran lengkap para pimpinan daerah dan instansi terkait menegaskan bahwa pembangunan di Kuningan adalah tanggung jawab kolektif yang dijalankan dengan penuh kebanggaan.
Membuka Gerbang Potensi Wisata dan Ekonomi
Kepala Desa Gunung Manik, Jauhari Hariyanto, menyambut hangat program ini dengan rasa syukur dan optimisme tinggi. Baginya, TMMD bukan hanya soal aspal dan beton, melainkan kunci pembuka isolasi menuju potensi emas desanya.
“Infrastruktur yang dibangun melalui TMMD memiliki arti strategis. Kami membuka akses menuju tiga destinasi wisata alam unggulan: Curug Payung, Curug Sama, dan Bumi Perkemahan Ciputri,” ujar Jauhari dengan antusias.
Selain keindahan alam, Desa Gunung Manik juga menyimpan jejak sejarah perjuangan yang heroik melalui Gua Lempong Selamet, tempat persembunyian pejuang Kuningan Selatan selama 17 tahun. Dengan adanya akses yang lebih baik melalui TMMD, nilai sejarah dan pariwisata religi desa ini diharapkan semakin dikenal luas, membawa berkah ekonomi bagi warga setempat.
Fisik Terbangun, Mentalitas Kebersamaan Diperkuat
Pelaksana Tugas Kasdim 0615/Kuningan, Kapten Kav Suharto, yang mewakili Dandim, menjelaskan bahwa selama 30 hari ke depan (13 Agustus – 13 September 2026), prajurit TNI akan bahu-membahu dengan warga menyelesaikan sasaran fisik utama: pembangunan jalan rabat beton sepanjang 820 meter dengan lebar 2,5 meter, serta talud penahan tanah sepanjang 30 meter.
Jalan ini akan menjadi nadi baru penghubung lahan perkebunan warga dan jalur utama menuju wisata Curug Payung. Namun, menurut Kapten Suharto, nilai terbesar dari TMMD terletak pada ikatan kemanunggalan.
“Nilai utama yang hendak ditumbuhkembangkan adalah ikatan batin antara TNI, masyarakat, dan pemerintah. Kita saling bahu-membahu, bergotong royong, dan membuktikan bahwa ketika kita kompak, tidak ada tantangan pembangunan yang tidak bisa diselesaikan,” tegasnya.
Bupati: Ini Wajah Asli Kuningan yang Gotong Royong
Dalam arahannya, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI Kodim 0615/Kuningan dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai kehadiran TMMD sebagai cerminan karakter asli masyarakat Kuningan yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
“TMMD tidak semata-mata berbicara infrastruktur. Ini adalah sarana memperkuat kesadaran kita semua tentang pentingnya tanggung jawab bersama. Mari kita buktikan bahwa tugas membangun daerah bukan hanya beban pemerintah, tetapi tugas mulia kita bersama,” ucap Bupati Dian dengan nada bangga.
Ia meyakini, jalan sepanjang 820 meter tersebut akan menjadi pengungkit signifikan bagi mobilitas warga dan percepatan ekonomi lokal. Dengan akses yang lancar, potensi pertanian dan pariwisata Desa Gunung Manik akan bangkit, menciptakan peluang usaha baru bagi generasi muda dan pelaku UMKM setempat.
Harapan Bersama
Dengan dimulainya TMMD ke-129 ini, Pemkab Kuningan menaruh harapan besar agar seluruh target tercapai tepat waktu dengan kualitas terbaik. Lebih dari itu, acara ini menjadi momen refleksi bagi seluruh elemen masyarakat Kuningan untuk terus merawat semangat kekompakan.
Di bawah langit Ciniru, seragam loreng TNI berbaur dengan pakaian warga dan dinas pejabat, melukiskan pemandangan indah tentang persatuan. Sebuah pesan kuat tersirat: Kuningan Maju, karena warganya Kompak.
(Asep Rusliman)