JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jepara-17-Desember-2025- Di balik tembok Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, seni goresan tangan menjadi bahasa baru untuk menyuarakan perasaan. Rutan Jepara menggelar kegiatan Art Therapy yang diikuti oleh 10 Warga Binaan sebagai ruang aman untuk mengekspresikan emosi, mengelola stres, sekaligus menjaga kesehatan mental selama masa pembinaan.
Melalui kegiatan ini, Warga Binaan diajak menuangkan perasaan terdalam yang selama ini terpendam ke dalam karya seni. Setiap goresan dan pilihan warna menjadi cerminan emosi, harapan, serta perjalanan batin yang mereka alami selama menjalani masa pidana.
Kepala Rutan Jepara Renza Maisetyo menegaskan bahwa Art Therapy bukan sekadar kegiatan seni, melainkan bagian penting dari pembinaan kepribadian. “Kesehatan mental adalah fondasi utama dalam proses pembinaan. Dengan Art Therapy, Warga Binaan diberikan ruang untuk mengenali emosi, meredakan tekanan psikologis, dan membangun keseimbangan diri,” ungkapnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak fokus dan menikmati setiap proses hingga menyelesaikan karya masing-masing. Tak sedikit dari mereka yang mengaku merasa lebih lega dan tenang setelah menyalurkan perasaan melalui seni.
Kegiatan Art Therapy ini menjadi bukti komitmen Rutan Jepara dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan. Diharapkan, melalui pendekatan kreatif ini, Warga Binaan mampu menjalani masa pembinaan dengan kondisi psikologis yang lebih sehat dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.
(Wely-jateng)
Sumber:Humas Rutan jepara