SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan bahwa Program 12 PAS merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung pencapaian lima agenda prioritas pembangunan yang saat ini menjadi fokus Pemerintah Kota Sukabumi.
Hal tersebut disampaikan saat pelaksanaan Program 12 PAS episode ke-11 di Kelurahan Benteng dan Kelurahan Sukakarya, Rabu (10/6/2026).

Pada kesempatan itu, bantuan diberikan kepada lima penerima manfaat, terdiri atas satu pelaku UMKM yang menerima bantuan modal usaha dan empat warga yang memperoleh bantuan berupa uang tunai serta sembako.
Menurut Ayep, program tersebut akan terus dilaksanakan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial. Ia menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan melalui Program 12 PAS merupakan bentuk atensi sosial yang berbeda dengan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat.

“Bansos berasal dari pemerintah pusat, sedangkan atensi sosial merupakan bantuan yang lahir dari prakarsa berbagai lembaga yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, proses pendataan dilakukan oleh pekerja sosial (Peksos) yang turun langsung mengidentifikasi rumah tangga sasaran dan pelaku UMKM di setiap kelurahan.
Ayep menegaskan, Program 12 PAS juga diarahkan untuk mendukung lima agenda prioritas pemerintah daerah.
“Lewat program ini pemerintah akan menekan angka kemiskinan ekstrem, mengurangi kasus stunting, menurunkan tingkat pengangguran, mengendalikan inflasi, serta mendorong kreativitas dalam pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.
Ayep menambahkan, upaya menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas fiskal daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan kondisi keuangan daerah yang semakin baik, berbagai program intervensi sosial dan pemberdayaan ekonomi dapat dijalankan secara lebih optimal.
Ayep pun optimistis berbagai program yang saat ini dijalankan akan memberikan hasil positif dalam beberapa tahun ke depan.
Ia meyakini angka kemiskinan di Kota Sukabumi dapat terus ditekan seiring dengan meningkatnya efektivitas program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kita lihat pada tahun depan perkembangannya. Saya optimistis pada 2027 angka kemiskinan akan semakin berkurang,” pungkasnya. (Usep)