HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jajaran Polsek Danau Panggang meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan monitoring intensif terhadap perkembangan debit air sungai di wilayah hukumnya, Kamis (8/1/2026). Pemantauan dilakukan menyusul kenaikan signifikan debit air yang berdampak pada permukiman warga dan sejumlah fasilitas umum.
Monitoring dilaksanakan pada pukul 11.00 hingga 12.00 WITA di beberapa titik rawan banjir di Kecamatan Danau Panggang. Berdasarkan hasil pantauan, Desa Manarap menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan sekitar 75 persen rumah warga di RT 02 dan RT 05 terendam banjir. Ketinggian air di kawasan tersebut bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter di atas permukaan tanah.
Selain permukiman warga, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum dan ruas jalan utama. Genangan air setinggi kurang lebih 30 sentimeter terpantau di beberapa titik Jalan Raya Alabio–Danau Panggang, tepatnya di Desa Manarap RT 02 dan Desa Darusalam RT 02. Sementara itu, jalan tembus menuju Kantor Camat Danau Panggang di Desa Palukahan terendam hingga sekitar 50 sentimeter.
Genangan serupa juga terlihat di Jalan Raya Suka Ramai, Desa Danau Panggang RT 03, tepat di depan Kantor Polsek Danau Panggang.
Dari hasil pengecekan di Pintu Air Desa Bitin, ketinggian debit air tercatat mencapai 4 meter, mengalami kenaikan sekitar 28 sentimeter dari sebelumnya 3,72 meter. Kondisi ini menjadi indikator penting meningkatnya risiko banjir di wilayah hilir.
Kapolsek Danau Panggang melalui keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil sejumlah langkah antisipatif untuk meminimalisir dampak banjir serta menjaga keselamatan masyarakat.
“Kami terus memberikan imbauan kepada warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tetap waspada. Anak-anak juga diingatkan untuk tidak bermain di sekitar sungai karena berisiko hanyut dan tenggelam,” ujarnya.
Selain itu, Polsek Danau Panggang aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa guna memastikan informasi kondisi banjir dapat tersampaikan dengan cepat kepada masyarakat. Sejumlah peralatan pendukung penanganan banjir juga telah disiagakan, seperti ban dalam sebagai alat bantu apung, tali, dan sepatu bot.
Pemantauan debit air akan terus dilakukan secara berkala. Setiap perkembangan situasi akan segera dilaporkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi bencana banjir dan memastikan keselamatan warga di wilayah Kecamatan Danau Panggang.
(Agus)
