HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jajaran Polsek Banjang terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan debit air Sungai Balangan guna mengantisipasi dampak banjir di wilayah hukumnya. Monitoring dilakukan pada Kamis pagi (8/1/2026) mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WITA di sejumlah titik rawan genangan.
Berdasarkan hasil pemantauan di Pintu Air Desa Beringin, ketinggian air Sungai Balangan tercatat mencapai 1,67 meter, mengalami penurunan sekitar 3 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level 1,70 meter atau batas normal. Meski terjadi penurunan, sejumlah desa masih terdampak genangan akibat lambatnya aliran air menuju muara Sungai Negara dan Sungai Tabalong.
Beberapa wilayah yang terpantau masih terdampak banjir antara lain Danau Terate, dengan sekitar 30 rumah warga di RT 1 hingga RT 3 terendam air, serta jalan titian sepanjang kurang lebih 200 meter yang tergenang setinggi sekitar 2 sentimeter. Di Lok Bangkai, air masuk ke teras dan badan rumah sebanyak 15 unit di RT 1 dan RT 8, sementara jalan di RT 8 tergenang hingga 5 sentimeter sepanjang 50 meter.
Genangan juga terjadi di Desa Patarikan, di mana air telah masuk ke sekitar 50 rumah warga di RT 1 hingga RT 4 dengan ketinggian sekitar 2 sentimeter. Di Pandulangan, air menggenangi jalan desa setinggi kurang lebih 5 sentimeter dan merendam sekitar 35 rumah warga di RT 1 sampai RT 4.
Sementara itu, di Murung Padang, air dilaporkan masuk ke badan rumah sebanyak 10 unit di RT 1 hingga RT 4 dengan kedalaman mencapai 10 sentimeter, serta menggenangi sekitar 25 teras rumah dengan ketinggian 2 sentimeter.
Genangan juga terpantau di Desa Beringin, Baruh Tabing, Teluk Serikat, Teluk Buluh, dan Karias Dalam, meskipun dalam skala terbatas.
Untuk fasilitas umum, sekolah dan tempat ibadah dilaporkan dalam kondisi aman. Namun, satu titik genangan terpantau di Jalan Jermani Husin Km 4, dengan kedalaman air sekitar 10 hingga 15 sentimeter sepanjang kurang lebih 50 meter.
Kapolsek Banjang melalui keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan imbauan kepada warga yang tinggal di bantaran Sungai Balangan agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama apabila curah hujan di wilayah hulu, termasuk Kabupaten Balangan, masih tinggi.
Selain itu, Polsek Banjang aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat serta mempersiapkan Posko Tanggap Darurat. Sejumlah perlengkapan penanganan banjir juga telah disiagakan di Polsek Banjang, seperti ban dalam sebagai alat bantu apung, tali-temali, sepatu bot, jas hujan, dan obat-obatan.
“Air masih merendam sebagian rumah warga karena belum sepenuhnya surut ke muara. Diperlukan waktu beberapa hari, tergantung kondisi cuaca,” ujar Kapolsek.
Pemantauan debit air Sungai Balangan akan terus dilakukan secara berkala. Setiap perkembangan situasi akan segera dilaporkan sebagai bagian dari upaya Polri dalam menjaga keselamatan masyarakat dan memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
(Agus)
