HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Jajaran Polsek Amuntai Selatan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan debit air Sungai Tabalong dan Sungai Balangan guna mengantisipasi dampak banjir di wilayah hukumnya, Kamis (8/1/2026).
Monitoring debit air dilaksanakan sejak pukul 10.00 WITA hingga selesai, dengan menyasar sejumlah desa yang berada di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan keselamatan masyarakat serta kesiapsiagaan aparat menghadapi potensi banjir susulan.
Berdasarkan hasil pemantauan, sedikitnya 26 desa di Kecamatan Amuntai Selatan tercatat masih terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 2 hingga 15 sentimeter. Genangan air mengakibatkan sejumlah ruas jalan desa tergenang dan ratusan rumah warga terdampak, terutama di Desa Mamar, Rukam Hilir, Rukam Hulu, Teluk Paring, Teluk Baru, Cangkering, dan Keramat.
Desa Mamar menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak, mencapai 142 unit, disusul Desa Rukam Hilir sebanyak 85 rumah, serta Desa Cangkering dengan 82 rumah yang terdampak genangan air. Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada fasilitas umum, yakni satu tempat ibadah (Langgar Desa Telaga Hanyar) dan satu sekolah dasar (SDN Cangkering).
Untuk infrastruktur jalan, genangan terpantau di sejumlah titik dengan panjang bervariasi, mulai dari 100 meter hingga lebih dari 2 kilometer, dengan kedalaman air mencapai 15 sentimeter di beberapa lokasi seperti Desa Padang Tanggul dan Teluk Baru.
Kapolsek Amuntai Selatan melalui keterangannya menyampaikan bahwa meskipun debit air di wilayah hulu Sungai Tabalong dan Balangan mulai mengalami penurunan seiring berkurangnya intensitas hujan, kondisi di wilayah Amuntai Selatan masih memerlukan pengawasan ketat.
“Debit air di pintu air Desa Harusan Telaga terpantau mengalami penurunan. Namun, kami tetap siaga dan terus melakukan pemantauan karena air di wilayah hilir belum sepenuhnya surut,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, personel Aiptu Dedy S, Aiptu Bufiansyah, dan Bripda Noor Alim aktif memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada, khususnya masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Warga juga diminta mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar sungai demi mencegah risiko kecelakaan.
Selain itu, Polsek Amuntai Selatan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk pemasangan rambu daerah rawan banjir serta percepatan penanganan apabila kondisi memburuk.
Monitoring debit air akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan yang prediktif, responsif, dan transparan, serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di tengah bencana hidrometeorologi.
(Agus)