AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com Semangat membangun ketahanan pangan berbasis pesantren terus dikembangkan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Melalui program One Pesantren One Product (OPOP), Pondok Pesantren Darussalam Muara Tapus menggelar Panen Raya ke-2 bersama Dinas Pertanian Kabupaten HSU dan unsur Ketahanan Pangan Polri, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WITA tersebut turut dihadiri Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, Pengasuh Ponpes Darussalam KH. Mahlani, Penjabat Harian Ponpes Darussalam Ustaz Busiri, para ustaz, peserta KKN, sejumlah santri, serta unsur TNI dan Polri.
Kapolsek Amuntai Tengah turut mendukung kegiatan tersebut melalui kehadiran Bhabinkamtibmas AIPTU Rofik P.N. Selain itu, Koramil 07 Amuntai Tengah-Banjang diwakili Kopda Solihin H. Kehadiran lintas sektor tersebut memperlihatkan adanya dukungan bersama terhadap pengembangan ketahanan pangan berbasis pesantren.
Dalam kegiatan panen bersama, komoditas yang dipanen berupa cabai hasil budidaya yang dikembangkan oleh lingkungan pesantren. Budidaya tersebut dilakukan di lahan seluas sekitar 100 meter persegi.
Program OPOP di Ponpes Darussalam Muara Tapus tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan santri dan masyarakat pesantren. Hasil budidaya diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus membuka peluang pengembangan kegiatan ekonomi produktif di lingkungan pesantren.
Panen Raya ke-2 tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, pesantren, dan unsur masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berkembang sehingga kegiatan produktif berbasis pesantren mampu memberikan manfaat yang lebih luas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan panen bersama serta foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Melalui pengembangan komoditas pertanian dalam program OPOP, Ponpes Darussalam Muara Tapus diharapkan dapat terus menjadi salah satu contoh pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren di Kabupaten HSU. Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi santri untuk belajar mengelola potensi pertanian secara produktif dan berkelanjutan.
(Agus)