Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Di tengah kesibukan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan, suasana berbeda terlihat di sebuah mushola di wilayah kegiatan TMMD, Rabu (5/8/2026) malam.
Para prajurit TNI tidak hanya hadir untuk mengerjakan pembangunan fisik, tetapi juga meluangkan waktu untuk berbaur bersama warga dan anak-anak dalam kegiatan pengajian serta doa bersama.
Suasana hangat terlihat ketika personel Satgas TMMD duduk bersama warga dan anak-anak di dalam mushola. Kegiatan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan, diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta penyampaian tausiah keagamaan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD yang diarahkan untuk membangun kedekatan antara personel TNI dengan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi pembinaan kehidupan keagamaan di lingkungan warga.
Kehadiran anak-anak dalam pengajian juga menjadi bagian menarik dari kegiatan tersebut. Selain mengikuti rangkaian acara, mereka dapat berinteraksi secara langsung dengan para prajurit yang sehari-hari mereka jumpai dalam kegiatan pembangunan di lingkungan sekitar.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL, Kolonel Arm Roni Hermawan, mengatakan pembangunan dalam program TMMD tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga mencakup pembinaan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun karakter sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Pembangunan fisik dan pembangunan karakter masyarakat harus berjalan beriringan. Kegiatan keagamaan seperti pengajian menjadi bagian penting untuk memperkuat nilai moral, kebersamaan dan keharmonisan masyarakat,” ujar Kolonel Arm Roni Hermawan.
Ia menambahkan, interaksi langsung antara prajurit dan warga merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan sederhana seperti pengajian, hubungan yang terjalin tidak hanya sebatas pada pekerjaan pembangunan, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial masyarakat.
Bagi warga, kehadiran Satgas TMMD di lingkungan mereka memberikan warna tersendiri. Para prajurit yang pada siang hari bekerja membangun berbagai fasilitas, pada malam hari dapat berbaur bersama masyarakat dalam suasana yang lebih santai dan penuh kekeluargaan.
Program TMMD Ke-129 pun menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari perubahan fisik suatu wilayah. Nilai kebersamaan, kepedulian dan pembinaan kehidupan masyarakat menjadi bagian penting yang turut dibangun.
Dari sebuah mushola sederhana, kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali tumbuh. Pengajian tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat dapat dibangun melalui berbagai kegiatan, termasuk melalui kebersamaan dalam kehidupan keagamaan.
(Agus)