SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Musyawarah koordinasi tingkat Desa Sukatani digelar di Kantor Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu 10 Desember 2025.
Pertemuan dihadiri Forkopimcam Surade dipimpin Camat Unang Suryana, Ketua PKPP Surahman, Kades Bakang Anwar As’Adi, Ketua BPD Deni Iskandar.
Ikut menghadiri Kepala Desa Sukatani H. Sulaeman, Ketua Karang Taruna Isep Prianto, perangkat desa, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.

Salah satu fokus pembahasan yakni terkait janji politik Kepala Desa dalam pembangunan ruas jalan Leuwi Cagak–Karangbolong.
Jalan tersebut sebelumnya tercantum sebagai jalan kabupaten dalam Keputusan Bupati Nomor 600.1.7/Kep/105.DPU/2024 tertanggal 17 Januari 2024.
Camat Surade Unang Suryana menjelaskan bahwa status jalan tersebut telah berubah pada 6 Maret 2025.
”Bupati mengeluarkan keputusan baru Nomor 600.1.7/Kep.191-DPU/2025, sehingga jalan yang semula berstatus jalan kabupaten kini beralih menjadi jalan desa,” kata Unang.
Meski demikian, Camat menegaskan bahwa persoalan yang sempat ramai di media sosial sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan semua pihak telah saling memaafkan.
Terkait pemenuhan janji politik Kepala Desa mengenai akses jalan tersebut, Camat menambahkan bahwa meski kini berstatus jalan desa, ruas Leuwi Cagak–Karangbolong tetap dianggap strategis bagi wilayah kabupaten.
Kepala Desa Sukatani H. Sulaeman menegaskan pihaknya akan memprioritaskan pembangunan jalan sesuai aspirasi warga.
Ia menyampaikan bahwa proses perbaikan sudah mulai dilakukan dengan pengiriman material batu ke lokasi.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Sukatani Isep Prianto meluruskan kabar yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai fakta.
Menurutnya, keributan yang terjadi dalam rapat sebelumnya dipicu oleh pernyataan provokatif yang menyasar personal kepada Kepala Desa, dan pihaknya hanya berusaha meredam suasana.
Isep mengakui sempat menggebrak meja karena situasi memanas, namun setelah terjadi ketegangan singkat, semua pihak kembali berdamai.
Ia menutup pernyataan dengan menegaskan bahwa kesalahpahaman kini sudah selesai dan dianggap tuntas. (Dicky)