Cirebon Bidik-kasusnews.com,.Larangan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon kepada Sekolah Dasar Negeri untuk tidak mengadakan buku Modul diabaikan oleh sejumlah SDN 1 Kaliwadas, Kecamatan Sumber. Buktinya, masih banyak oknum Guru dan kepala sekolah yang menyuruh murid untuk membeli buku Modul yang di tunjuk toko fotocopy oleh sekolah. Jumat, 13/02/2026
Sejumlah orangtua wali murid kepada awak media menuturkan, instruksi pembelian buku Modul ini disampaikan secara lisan saja kepada para murid oleh masing-masing guru wali kelas. Murid ditekankan untuk segera membeli buku Modul.
“Yang anehnya ketika kita orangtua tanya ke guru buku itu tidak wajib harus membeli, tapi saat anak pulang sekolah nanti anak nangis-nangis minta uang buat beli buku Modul, katanya guru mereka suruh supaya beli buku Modul. Jadi bingung kami orangtua ini,” ujar orangtua wali murid SDN 1 Kaliwadas.
Begitu juga dengan orangtua murid lain pengadaan buku Modul ini terkesan diwajibkan kepada murid. Meskipun tidak secara gamblang disampaikan ke orangtua namun diam-diam oknum guru memaksakan anak murid untuk memiliki buku Modul.
Pihak toko fotocopy yang merasa di titipi buku Modul ini semata mata hanya mencari ke untungan, pembelinya dari SDN mana saja, kata pemilik toko
Lanjut, pihak toko tidak ada mengharuskan absen siswa/siswi yang membeli buku itu, ada beberapa wali murid meminta nota pembelian sejumlah buku Modul untuk di perlihatkan ke Guru nya bahwa Sanya anaknya sudah membeli buku Modul dengan menunjukan Noto toko penyedia buku Modul. Pungkasnya
Kepala SDN 1 Kaliwadas yang baru di pindah jabat kepala SDN 1 Tukmudal pada bulan Februari, Wardina, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa buku Modul yang di jual Toko FotoCopy diri beralibi tidak tau dan tidak ada penggiring sekolah memerintahkan agar murid murid nya membeli buku modul di Toko FotoCopy tersebut. Ucapnya.
Dugaan awak media di sini ada koordinasi yang baik antara penyedia barang dengan pihak Sekolah tentunya hal ini ada timbal balik ke untungan yang di dapat dari jumlah buku Modul yang terjual di toko fotocopy.
(Asep Rusliman)