Bidik-kasusnews.com | Hulu Sungai Utara – Polsek Amuntai Selatan melakukan monitoring terhadap aktivitas distribusi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 64.714.11 Panyiuran yang berada di Jalan Amuntai–Alabio, Desa Keramat, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Kegiatan pemantauan ini dilakukan untuk memastikan pasokan BBM tetap tersedia dan proses penyaluran kepada masyarakat berjalan aman, tertib, serta sesuai ketentuan yang berlaku.
SPBU Panyiuran Layani Tiga Jenis BBM
Berdasarkan data yang dihimpun Polsek Amuntai Selatan, SPBU 64.714.11 Panyiuran menyediakan tiga jenis bahan bakar, yaitu Pertamax, Dexlite, dan Pertalite.
Untuk Pertamax, SPBU menerima pasokan sebanyak 8.000 liter sebanyak 17 kali dalam satu bulan. Sementara Pertalite juga memperoleh suplai 8.000 liter dengan frekuensi pengiriman 19 kali per bulan. Adapun Dexlite didistribusikan sebanyak 8.000 liter setiap dua bulan sekali.
Ketersediaan pasokan tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kecamatan Amuntai Selatan dan sekitarnya.
Situasi Pengisian BBM Terpantau Aman dan Tertib
Kapolsek Amuntai Selatan menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi di wilayah hukumnya tetap aman dan kondusif. Tidak ditemukan lonjakan antrean yang signifikan, dan aktivitas pengisian BBM di SPBU berlangsung normal.
“Secara umum situasi di Kecamatan Amuntai Selatan pasca penyesuaian harga BBM tetap kondusif. Pelayanan di SPBU berjalan lancar dan masyarakat dapat memperoleh BBM tanpa kendala berarti,” ungkapnya.
Pengawasan Dilakukan untuk Menjamin Pelayanan kepada Masyarakat
Monitoring rutin ini merupakan bagian dari komitmen Polres Hulu Sungai Utara dalam memastikan distribusi BBM berlangsung tepat sasaran serta mencegah potensi gangguan kamtibmas di lokasi SPBU.
Melalui pengawasan yang berkelanjutan, kepolisian berharap pelayanan kepada masyarakat tetap optimal dan kebutuhan energi warga di Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat terpenuhi dengan baik.
Dengan situasi yang stabil dan stok BBM yang memadai, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
(Agus)