SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerhati sosial yang juga CEO Media Sukabumi Satu sekaligus Ketua Bidang Sosial Jampang Tandang Makalangan (JTM), Demmy Pratama Adiputera, menyoroti kondisi media sosial yang menurutnya semakin jauh dari nilai etika dan empati.
Dalam penyampaiannya, Demmy menilai ruang digital kini berubah dari wahana berbagi gagasan menjadi arena persekusi tanpa aturan.
Menurut Demmy, jagat maya saat ini dipenuhi kultur menghakimi sebelum memahami.
“Ruang diskusi itu hampir tidak ada. Yang tersisa justru ruang persekusi dengan komentar-komentar tajam yang miskin tatakrama,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Tidak hanya itu dia juga menyoroti perilaku warganet yang dinilai kian kehilangan nalar sehat saat berinteraksi,
Ia menyebut, banyak pengguna media sosial yang mengabaikan asas praduga tak bersalah, etika sosial, hingga nilai kemanusiaan. Semua itu, lanjutnya, seolah dianggap lumrah demi konten viral atau mengejar perhatian publik.
“Fenomena ini menyedihkan. Hal-hal yang seharusnya direnungkan justru dijadikan konsumsi publik, diperjualbelikan sebagai camilan sensasi, dan bahkan diolah menjadi produk sampah tanpa makna,” tegasnya.
Sebagai pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Demmy menegaskan perkembangan teknologi seharusnya mendorong kualitas komunikasi.
Di sisi lain tidak juga menjadikan manusia sebagai “hakim maya” yang mudah menghakimi tanpa memahami konteks.
Ia mengajak masyarakat kembali mengedepankan empati dalam setiap interaksi digital.
“Media sosial itu alat, bukan medan penghakiman. Yang menentukan sehat tidaknya ruang itu adalah kita sendiri,” katanya.
Menutup pandangannya, Demmy berharap ekosistem digital dapat kembali menjadi ruang yang beradab dan edukatif. “Menjaga nalar sehat adalah jihad intelektual di era sosial media saat ini,” pungkasnya. (Dicky)