Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Program swasembada jagung di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menghadapi tantangan kondisi lahan. Sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah saat ini dilaporkan masih tergenang air.
Kondisi tersebut menjadi perhatian jajaran Polsek Amuntai Tengah yang terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan pertanian, khususnya tanaman jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan dan kemandirian pangan.
Monitoring dilakukan personel Polsek Amuntai Tengah pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 11.00 WITA hingga selesai, berlokasi di Desa Sungai Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU.
Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan sekaligus memantau situasi genangan air yang masih terdapat di sejumlah area pertanian.
Pemantauan dilaksanakan oleh Aipda Dwi Hartono selaku Bawas Piket, Aipda Iwan Krisnawan selaku Ka Jaga, Aipda M. Rifqy Maulidin, Brigpol Hendra, S.S.T. Ars, serta Bripda Ahmad Muzakkir.
Genangan Air Jadi Kendala Penanaman
Berdasarkan hasil monitoring, sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah masih berada dalam kondisi tergenang.
Situasi tersebut berpotensi memengaruhi rencana penanaman jagung dalam beberapa bulan mendatang. Sebagian lahan diperkirakan belum dapat dimanfaatkan untuk penanaman apabila genangan air belum surut.
Kondisi lapangan tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam menjaga keberlanjutan program swasembada jagung di wilayah Amuntai Tengah.
Karena itu, pemantauan tidak hanya dilakukan terhadap perkembangan tanaman, tetapi juga terhadap kondisi debit dan genangan air di lahan pertanian.
Polisi Pantau Lahan dan Debit Air
Polsek Amuntai Tengah memastikan monitoring akan terus dilakukan secara berkala. Data mengenai kondisi lahan dan genangan air akan menjadi bahan laporan kepada pimpinan sekaligus dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah berikutnya.
Pemantauan tersebut juga diarahkan untuk melihat perkembangan kondisi lahan dari waktu ke waktu. Apabila genangan mulai surut dan lahan memungkinkan untuk ditanami kembali, kondisi tersebut dapat segera dilaporkan sebagai bagian dari evaluasi program pertanian.
Upaya ini dilakukan untuk mendukung tujuan swasembada pangan, terutama dalam memenuhi kebutuhan domestik melalui optimalisasi produksi pertanian masyarakat.
Dorong Ketahanan Pangan Tetap Berjalan
Program swasembada jagung tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi tanaman, tetapi juga membutuhkan kesiapan lahan dan kondisi lingkungan yang mendukung.
Dengan adanya pemantauan langsung di lapangan, Polsek Amuntai Tengah dapat memperoleh gambaran aktual mengenai kondisi pertanian di wilayah hukumnya.
Jajaran kepolisian juga berupaya menjaga koordinasi dan menyampaikan perkembangan situasi kepada pimpinan sehingga setiap kendala yang muncul di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya.
Kegiatan monitoring berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.
Polsek Amuntai Tengah berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan jagung dan kondisi genangan air sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan serta upaya mewujudkan swasembada jagung di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
(Agus)