SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Semangat kebersamaan terlihat dalam kegiatan Jum’at Barokah dan aksi gerakan Jumat Bersih yang dipimpin langsung oleh jajaran Koramil 2213 / Jampangkulon.
Kegiatan berlangsung di lingkungan Pasar Cinagen, yang merupakan wilayah perbatasan antara Desa Nagraksari dan Desa Cinagen, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (4/9/2026).
Turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini unsur Forkopimcam Jampangkulon, personel Polsek Jampangkulon, perangkat Desa Nagraksari maupun Desa Bojonggenteng, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wilayah VI Jampangkulon, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Pelda Jamjam Efendi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial merapikan lingkungan pasar, melainkan memiliki tujuan strategis untuk mendorong kesadaran seluruh lapisan masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggal dan beraktivitas.
“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Hal ini memerlukan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, TNI-Polri, dan masyarakat agar tercipta lingkungan yang sehat dan nyaman,” tegas Pelda Jamjam.
Sementara itu, Kapolsek Jampangkulon, AKP Muhlis, menyoroti kendala riil yang dihadapi dalam pengelolaan dan pengangkutan sampah di wilayah tersebut, terutama berkaitan dengan keterbatasan armada angkutan milik DLH.
“DLH saat ini terkendala kekurangan armada. Cakupan wilayah pelayanannya sangat luas, mencakup sembilan kecamatan di Jampangkulon ditambah wilayah pelayanan di Sagaranten. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri,” ungkap AKP Muhlis.
Ia menjelaskan komposisi sarana yang tersedia saat ini: “Terdapat lima unit truk pengangkut sampah, namun dari jumlah tersebut hanya empat unit yang dapat beroperasi maksimal karena satu unit lainnya sedang mengalami kerusakan teknis.”
Selain truk besar, disediakan pula kendaraan pendukung berupa roda tiga atau cator serta kendaraan bak terbuka jenis Carry untuk membantu proses pengangkutan sampah di titik-titik yang lebih sulit dijangkau atau berkapasitas lebih kecil.
AKP Muhlis berharap keterbatasan fasilitas dan armada ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah agar persoalan penanganan dan pengangkutan sampah di berbagai wilayah dapat teratasi secara lebih optimal, teratur, dan berkelanjutan. (Dicky)