JAKARTA TIMUR, Bidik-kasusnews.com Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono, S.H., M.H. saat memimpin apel 3 Pilar di wilayah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Apel tersebut dihadiri Lurah Kampung Melayu, Babinsa, Kasatpol PP, serta didampingi para perwira Polsek Jatinegara. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi sekaligus membangun komunikasi langsung antara aparat keamanan, pemerintah wilayah, dan masyarakat.
Dalam arahannya, Kompol Samsono memberikan perhatian khusus terhadap peran Karang Taruna sebagai wadah generasi muda. Ia mengajak para pemuda untuk tidak hanya menjadi peserta kegiatan kemasyarakatan, tetapi juga ikut merangkul teman-teman sebaya agar terlibat dalam aktivitas yang positif.
Kapolsek mengingatkan bahwa masa muda seharusnya diisi dengan kegiatan yang membangun, baik melalui kegiatan sosial, olahraga, kreativitas, maupun aktivitas kemasyarakatan lainnya.
Para pemuda juga diminta tidak keluar rumah pada malam hari apabila tidak memiliki kepentingan yang jelas. Menurutnya, membatasi aktivitas yang tidak diperlukan pada waktu-waktu rawan merupakan salah satu langkah sederhana untuk menghindari potensi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Kompol Samsono juga mengingatkan generasi muda agar lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan dan mampu memfilter setiap ajakan yang datang.
“Jangan mudah terpengaruh atau terhasut melakukan kegiatan yang negatif. Kalau ada ajakan yang mengarah kepada tawuran, kekerasan, narkoba, atau tindakan melanggar hukum, jangan ikut-ikutan. Justru harus berani menolak dan mengajak teman untuk melakukan kegiatan yang lebih positif,” pesan Kapolsek.
Warga Diminta Aktif Jaga Keamanan Lingkungan
Tidak hanya menyasar generasi muda, Kapolsek Jatinegara juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah masing-masing.
Warga diminta kembali mengaktifkan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk melalui kegiatan ronda malam dan pengawasan bersama. Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam menjaga lingkungannya sendiri dapat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan.
Kompol Samsono juga memberikan perhatian terhadap potensi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dapat terjadi ketika situasi lingkungan mulai sepi pada malam hari.
Karena itu, ia mendorong pengurus wilayah bersama masyarakat untuk melakukan rekayasa akses lingkungan pada malam hari. Salah satunya dengan menerapkan sistem satu pintu, sehingga akses keluar-masuk kendaraan dan orang dapat lebih mudah dipantau.
Pemasangan portal atau pagar pembatas di akses tertentu juga perlu segera dilakukan dengan tetap memperhatikan kebutuhan warga dan akses darurat.
“Kalau malam hari akses bisa dibuat satu pintu, tentu akan lebih mudah bagi warga untuk mengawasi siapa yang keluar dan masuk. Ini salah satu langkah pencegahan untuk mempersempit peluang terjadinya curanmor,” ujar Kompol Samsono.
Selain pengaturan akses, Kapolsek juga mendorong masyarakat segera memasang CCTV di sejumlah titik strategis. Keberadaan CCTV diharapkan dapat membantu pengawasan lingkungan sekaligus menjadi sarana pendukung apabila terjadi suatu kejadian yang membutuhkan penelusuran.
Orang Tua Diminta Tidak Lepas Pengawasan
Perhatian Kapolsek juga diarahkan kepada para orang tua. Kompol Samsono mengingatkan agar orang tua tidak hanya mengetahui anak berada di mana, tetapi juga memahami dengan siapa anak bergaul dan kegiatan apa yang dilakukan.
Pengawasan tersebut menjadi semakin penting ketika anak mulai sering beraktivitas di luar rumah, khususnya pada malam hari.
Kapolsek menekankan bahwa komunikasi antara orang tua dan anak harus dibangun secara baik. Anak perlu mendapatkan ruang untuk bercerita, sekaligus diberikan batasan dan arahan agar tidak salah dalam memilih lingkungan pergaulan.
Namun, apabila seorang anak atau anggota keluarga sudah terlibat dalam tindak pidana, Kapolsek meminta keluarga maupun masyarakat tidak melakukan tindakan yang justru menghambat proses penegakan hukum.
Keluarga dan masyarakat diharapkan menyerahkan proses penanganan kepada kepolisian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Setelah Apel, Kapolsek Berbaur Bersama Karang Taruna
Usai apel 3 Pilar, suasana kemudian berubah lebih hangat. Kompol Samsono turut hadir dan ikut merayakan Hari Ulang Tahun Karang Taruna Kampung Melayu bersama para pemuda dan masyarakat.
Kehadiran Kapolsek tidak sekadar menghadiri perayaan. Dalam suasana penuh kegembiraan tersebut, ia memanfaatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan anggota Karang Taruna.
Perbincangan berlangsung santai dan penuh keakraban. Di sela-sela kebersamaan itu, Kompol Samsono kembali memberikan edukasi kepada para pemuda mengenai pentingnya menjaga diri, memilih pergaulan, serta ikut menciptakan lingkungan yang aman.
Kapolsek juga mendorong Karang Taruna menjadi jembatan komunikasi antara kepolisian dengan generasi muda, sehingga persoalan yang berkembang di lingkungan dapat disampaikan dan dicarikan solusi bersama sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.
Momentum tersebut memperlihatkan bahwa menjaga keamanan bukan hanya dilakukan melalui patroli maupun penindakan, tetapi juga melalui komunikasi, pendekatan, edukasi, dan keterlibatan masyarakat secara langsung.
Melalui sinergi 3 Pilar, kepolisian, pemerintah wilayah, Karang Taruna, orang tua, dan seluruh masyarakat diharapkan dapat bersama-sama membangun lingkungan Kampung Melayu yang lebih aman, tertib, dan nyaman, khususnya pada malam hari.
(Agung)