SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM — Kepala Desa Cibenda, Adi Rizwan yang akrab disapa Kades “Hurung”, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan Sungai Ciletuh sebagai aset penting bagi kehidupan warga.
Ajakan tersebut disampaikan di Kantor Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Rabu (15/4/2026).

Dia mengingatkan bahwa pembangunan Sungai Ciletuh pada tahun 1980 memiliki tujuan besar untuk kepentingan masyarakat, mulai dari pengairan, pengendalian banjir, hingga menunjang aktivitas ekonomi warga.
“Sungai Ciletuh ini dibangun untuk pengairan, mencegah banjir, dan mendukung kehidupan masyarakat. Ini warisan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Menurutnya, Sungai Ciletuh memiliki peran vital, tidak hanya sebagai sumber irigasi pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi bagian penting dari kawasan wisata Geopark Ciletuh yang terus berkembang.
Namun demikian, kondisi sungai saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti pendangkalan, pencemaran sampah, serta alih fungsi lahan di sekitar bantaran sungai.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari warga, pemerintah, hingga komunitas, untuk bersama-sama menjaga kelestarian sungai.
“Jangan buang sampah ke sungai, lakukan kegiatan bersih-bersih secara rutin, dan tanam pohon di bantaran. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” tegasnya.
Pemerintah Desa Cibenda, lanjut Hurung, akan menggandeng berbagai pihak seperti kelompok tani, karang taruna, serta pegiat lingkungan untuk menjalankan program pelestarian Sungai Ciletuh secara berkelanjutan, termasuk melalui edukasi ke sekolah-sekolah.
Ia juga mengingatkan dampak nyata kerusakan lingkungan yang sudah dirasakan masyarakat. Saat musim hujan, banjir dan longsor kerap terjadi hingga merendam lahan pertanian dan membawa lumpur yang menyebabkan gagal panen.
Sebaliknya, saat kemarau, kekeringan melanda dan mengakibatkan kerugian serta terputusnya akses warga.
“Segera hentikan aktivitas yang merusak alam, khususnya di bantaran Sungai Ciletuh. Jangan sampai kerusakan ini terus berulang dan merugikan hajat hidup orang banyak,” pungkasnya. (Dicky)