SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pelaksanaan instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam penguatan konektivitas wilayah terus bergerak nyata di berbagai daerah.
Salah satunya diwujudkan melalui pembangunan kembali jembatan gantung yang melintasi Sungai Cikarang, penghubung antara Kecamatan Waluran dan Surade di Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan pembangunan dilaksanakan pada Kamis (4/12/2025) dengan pelibatan penuh prajurit TNI serta partisipasi langsung masyarakat.
Jembatan lama yang sebelumnya menjadi akses utama warga untuk pendidikan, ekonomi, dan layanan publik sempat terputus setelah diterjang banjir besar pada Maret 2025.
Putusnya jalur transportasi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh, memaksa pelajar dan warga menyeberangi sungai deras dengan risiko tinggi setiap hari.
Kondisi itu berlangsung berbulan-bulan hingga pembangunan baru mulai digulirkan melalui dukungan pemerintah pusat dan kesigapan TNI di lapangan.
Jembatan gantung yang dibangun saat ini dirancang sepanjang 80 meter dengan struktur lebih kuat dari sebelumnya.
Infrastruktur tersebut menjadi jalur vital yang menghubungkan Kampung Bojong Koneng, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran dengan Kampung Citaropong, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade.
Dengan kembali tersambungnya dua wilayah ini, roda aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat diharapkan pulih secara bertahap.
Keberadaan jembatan juga memiliki dampak langsung pada peningkatan akses pelayanan publik.
Data menunjukkan sedikitnya 4.400 kepala keluarga dari dua desa akan kembali memperoleh kemudahan mobilitas, terdiri dari 2.058 KK di wilayah Desa Mekarmukti dan 2.437 KK di Desa Sirnasari.
Selain itu, jembatan ini menjadi jalur utama menuju 14 fasilitas pendidikan yang mencakup tingkat PAUD hingga MTs, serta satu puskesmas yang menjadi rujukan kesehatan masyarakat sekitar.
Selama proses pembangunan, prajurit TNI dari Koramil 0622-14/Surade bahu-membahu bersama warga setempat dalam setiap tahap pekerjaan.
Keterlibatan masyarakat tidak hanya mempercepat proses lapangan, tetapi juga memperlihatkan tingginya semangat gotong royong sebagai identitas sosial bangsa Indonesia.
Kolaborasi tersebut memperkuat keyakinan warga bahwa keberadaan jembatan baru ini bukan hanya kebutuhan fisik, melainkan simbol pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
Pembangunan ini juga menunjukkan efektivitas pola kerja terpadu antara pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah dalam penanganan infrastruktur strategis.
Dengan dukungan penuh dari aparat kewilayahan, proses pembangunan berlangsung aman, terkendali, dan disambut positif oleh masyarakat.
Kehadiran prajurit di lokasi turut memberikan rasa aman bagi warga yang selama ini terdampak keterbatasan akses.
Setelah rampung, jembatan gantung Sungai Cikarang diharapkan kembali menjadi nadi sosial ekonomi antardesa.
Mobilitas warga antarwilayah diproyeksikan meningkat, distribusi barang dan kebutuhan harian lebih lancar, serta pelajar dapat kembali menuju sekolah tanpa risiko keselamatan.
Layanan kesehatan pun dapat menjangkau warga lebih cepat tanpa hambatan akses.
Sinergi yang tercipta dalam pembangunan jembatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Waluran dan Surade.
Kebersamaan antara TNI dan rakyat bukan hanya menghadirkan kembali infrastruktur, tetapi ikut menguatkan ketahanan sosial dan semangat pemulihan pascabencana.
Jembatan ini diharapkan menjadi awal dari peningkatan pemerataan pembangunan dan kualitas hidup masyarakat di wilayah selatan Sukabumi. (Dicky)