CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok, BUMDes Berkah Maju Bersama Desa Dawuan menggelar kegiatan bazar sembako murah tahun 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Gerakan Pangan Murah yang menyasar langsung masyarakat.
Bazar berlangsung di halaman Kantor Kuwu Desa Dawuan, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan itu mendapat antusiasme tinggi dari warga setempat yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli bahan pokok dengan harga terjangkau.
Dalam pelaksanaannya, BUMDes Berkah Maju Bersama menggandeng Badan Pangan Nasional serta didukung berbagai instansi dari Pemerintah Kabupaten Cirebon, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perikanan.
Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan sejumlah mitra dan pelaku usaha, seperti produsen pangan, distributor, hingga pelaku UMKM lokal di wilayah Kecamatan Tengahtani.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih stabil.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Cirebon ke-544.
Program Gerakan Pangan Murah, kata dia, merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
“Ini bagian dari upaya kami untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar, terutama di tengah fluktuasi harga pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Dawuan, H. Amir, berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sembako dengan harga lebih ringan.
“Semoga kegiatan ini bisa membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.
Ketua BUMDes Berkah Maju Bersama Dawuan, Ir. H. Bastoni, menambahkan bahwa bazar sembako murah ini merupakan kegiatan ketiga yang diselenggarakan sepanjang tahun 2026.
Pihaknya juga terus melibatkan UMKM lokal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
“Selain membantu warga, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan memperluas pasar,” pungkasnya. (Asep Rusliman)