HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM Empat titik yang terindikasi sebagai hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di wilayah Desa Rintisan, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026) malam.
Informasi mengenai titik panas tersebut terpantau melalui aplikasi Sistem Monitoring Karhutla (SIPONGI) dengan menggunakan satelit NOAA-20. Keempat titik tersebut tercatat memiliki tingkat kepercayaan kategori medium.
Pemantauan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh personel Polsek Danau Panggang dengan melakukan pengecekan langsung atau ground check di wilayah hukum Polsek Danau Panggang, Polres Hulu Sungai Utara.
Berdasarkan laporan kegiatan, empat titik yang terdeteksi berada di kawasan Desa Rintisan. Titik pertama berada pada koordinat -2.45997, titik kedua -2.46123, titik ketiga -2.45703, dan titik keempat -2.45009.
Pengecekan lapangan dilakukan mulai sekitar pukul 21.30 WITA hingga selesai. Dalam kegiatan tersebut, dua personel Polsek Danau Panggang, yakni Aipda Syaipul Hadi, S.Sos., dan Bripda Putra Fajar Alam, diterjunkan untuk melakukan pemantauan kondisi lokasi.
Namun, tim belum dapat menjangkau secara langsung titik lahan yang terindikasi terbakar. Kendala utama yang dihadapi adalah tidak tersedianya akses jalan menuju lokasi.
Kondisi geografis wilayah membuat akses menuju titik tersebut harus ditempuh melalui jalur sungai menggunakan perahu berukuran kecil. Situasi itu menjadi kendala bagi tim untuk melakukan pengecekan hingga ke titik koordinat yang terdeteksi.
Selain akses yang terbatas, lokasi yang terindikasi sebagai titik panas juga dilaporkan berada cukup jauh dari permukiman warga Desa Rintisan.
Dalam kegiatan tersebut, personel membawa sejumlah perlengkapan pendukung, antara lain dua unit sepeda motor, satu unit GPS, peralatan tangan, kamera, serta alat tulis kantor.
Pihak kepolisian terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah tersebut. Informasi lanjutan mengenai kondisi titik yang terdeteksi akan dilaporkan sesuai perkembangan di lapangan.
Deteksi hotspot melalui sistem pemantauan satelit menjadi salah satu langkah awal dalam mengidentifikasi potensi karhutla. Pengecekan lapangan diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi, termasuk memastikan apakah titik panas tersebut benar-benar berkaitan dengan kebakaran lahan.
(Agus)