CIREBON-Bidik-kasusnews.com                        Polresta Cirebon melakukan penyegaran organisasi melalui serah terima jabatan (sertijab) dan pengukuhan sejumlah pejabat utama serta Kapolsek jajaran, Sabtu (12/9/2026). Upacara yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolresta Cirebon tersebut dipimpin langsung Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. Kegiatan turut dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Kota Cirebon Ny. Mia Imara Utama, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira, personel, ASN Polresta Cirebon dan Bhayangkari. Pergantian sejumlah pejabat tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus momentum untuk meningkatkan kinerja jajaran dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama dalam amanatnya menegaskan bahwa setiap jabatan yang dipercayakan kepada anggota Polri merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan integritas. “Jabatan adalah amanah. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga integritas dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan hanya melihat jabatan sebagai posisi, tetapi sebagai tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya. Menurutnya, pejabat yang mendapatkan kepercayaan baru harus mampu segera beradaptasi dengan lingkungan tugas serta memahami karakteristik wilayah dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Kapolresta juga meminta seluruh pejabat baru untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi, baik secara internal maupun dengan seluruh elemen masyarakat. “Saya berharap pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri, membangun komunikasi yang baik dengan anggota dan masyarakat, serta mampu menjawab setiap tantangan kamtibmas dengan langkah yang cepat, tepat dan humanis,” ujar Imara. Dalam sertijab tersebut, jabatan Kasat Intelkam Polresta Cirebon diserahterimakan dari Kompol Joni Surya Nugraha, S.IP., M.H. kepada Kompol Erwanshyah Putra Rambe, S.H., M.M. Kemudian jabatan Kasat Reskrim beralih dari Kompol I Putu Ika Prabawa Kartima Utama, S.I.K., M.A. kepada Kompol Irfan Mochammad Nur Alireja, S.I.K., M.I.K. Sementara jabatan Kasat Resnarkoba diserahterimakan dari Kompol Heri Nurcahyo, S.H., M.H. kepada AKP Imamudin, S.H., M.H. Selain itu, dilakukan pula pengukuhan Iptu Zupri Aryanto, S.H. sebagai Kasat Tahti, AKP Nuryana sebagai Kapolsek Lemahabang, Iptu Kelani, S.H. sebagai Kapolsek Pabuaran, serta AKP Moch Fadholi, S.H. sebagai Kapolsek Susukan Lebak. Sejumlah Kapolsek jajaran juga mengalami pergantian, yakni Kapolsek Karang Sembung dari AKP Agus Hermawan, S.H. kepada AKP Wahyu Kurniawan, S.H.; Kapolsek Gebang dari AKP Wawan Hermawan, S.H. kepada AKP Rusdwianto, S.H.; serta Kapolsek Pabedilan dari AKP Mulyadi, S.H. kepada Iptu Dika, S.W., S.H. Selanjutnya, jabatan Kapolsek Waled diserahterimakan dari AKP Moch Fadholi, S.H. kepada AKP Agus Hermawan, S.H.; Kapolsek Susukan dari Iptu Kelani, S.H. kepada AKP Mulyadi, S.H.; serta Kapolsek Dukupuntang dari AKP Nuryana kepada AKP Wawan Hermawan, S.H. Rangkaian sertijab juga ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, pakta integritas dan berita acara pengambilan sumpah jabatan. Kapolresta Cirebon menambahkan, keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu pejabat, tetapi juga soliditas seluruh personel. “Kita harus bekerja sebagai satu tim. Perkuat soliditas, tingkatkan profesionalisme dan hadirkan Polri yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas kita,” katanya. Dengan adanya penyegaran tersebut, Polresta Cirebon berharap para pejabat yang baru dapat membawa semangat baru dalam pelaksanaan tugas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polresta Cirebon. “Mari kita jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian. Bekerja dengan hati, bekerja dengan integritas dan terus berorientasi kepada kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (Asep Rusliman)

KABUPTEN CIREBON,-Bidik-kasusnews.com    Peredaran minuman keras (miras) yang diduga dijual secara bebas kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, sebuah rumah bertingkat yang disebut berkedok toko butik di Desa Gua Lor, Blok Kalensuda, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, diduga menjual berbagai jenis minuman beralkohol. Rumah tersebut terlihat dilengkapi pagar besi dan terdapat spanduk bertuliskan “Toko Maksudi”. Berdasarkan informasi yang diperoleh, tempat tersebut diduga menjual minuman beralkohol, baik produk pabrikan maupun tradisional. Warga sekitar mengaku heran dengan aktivitas di rumah tersebut. Pasalnya, pagar besi di lokasi hampir setiap hari terlihat dalam kondisi tertutup, bahkan digembok dan dirantai. Minggu (13/9/2026), seorang warga mengatakan bahwa transaksi diduga tetap berlangsung meskipun pagar dalam keadaan tertutup. “Betul, Pak, toko itu memang menjual minuman. Saya tidak tahu jenis minuman apa saja. Gerbangnya memang setiap hari digembok. Kalau ada yang membeli, biasanya lewat luar dan barangnya disodorkan,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan. Saat awak media mendatangi lokasi dan memanggil pemilik rumah, pemilik tidak terlihat keluar untuk memberikan keterangan. Beberapa remaja yang diduga hendak membeli minuman juga sempat memanggil pemilik toko. Namun, hingga beberapa saat kemudian, pemilik tidak keluar dan tidak memberikan pelayanan. Awak media kemudian mencoba kembali mendatangi lokasi untuk meminta konfirmasi terkait dugaan penjualan minuman beralkohol tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pemilik rumah maupun pengelola toko belum berhasil dikonfirmasi. Dengan demikian, informasi mengenai jenis minuman yang diduga diperjualbelikan, legalitas usaha, serta kepemilikan izin terkait masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang. Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait dapat melakukan pemeriksaan terhadap lokasi tersebut apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran dalam kegiatan penjualan minuman beralkohol. (Asep Rusliman)

MAJALENGKA, Bidik-kasusnews.com              Bupati Majalengka, Eman Suherman didampingi Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik Sudaryati Deyang serta anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Jefry Romdonny dan Forkopimda di Majalengka secara resmi memberikan bantuan becak listrik dri Presiden Prabowo sebanyak 300 unit. Penyerahan secara simbolis di Gedung BKPSDM Majalengka pada Minggu, (13/09/26). Nampak hadir pula anggota DPRD Majalengka ri Fraksi Gerindra, Ano Suksena, Edi Karsidi, Didin Jaenudin, Jujun Junaedi serta Dinar Tisnawati dan Pengusaha Bola, Irwan Bola. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Jefry Romdonny mengatakan bahwa dengan becak listrik bantuan Presiden ini dengan tujuan memberikan kemudahan fisik bagi pengemudi becak lansia agar tetap dapat mencari nafkah secara produktif tanpa kelelahan fisik yang berlebihan. Kemudian yang kedua akan menghasilkan zero emission dan operasional yang tenang, menjaga kualitas udara tetap bersih serta menciptakan lingkungan kota yang lebih nyaman. Masih kata Jefry, yang terpenting mendorong terciptanya ekosistem (green economic, ekonomi hijau hingga ke tingkat bawah melalui pembukaan lapangan kerja baru, seperti montir dan teknisi spesialis kendaraan listrik. Sementara itu Bupati Majalengka, Eman Suherman mengatakan alhamdulillah Kabupaten Majalengka mendapatkan bantuan ini paling banyak, yang lain 200 unit dan kita 300 unit. “Titip pesan agar amanah, ini menjadi aset dan jangan dijual,” kata Bupati Eman. Di tempat yang sama Wakil Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nanik Sudaryati Deyang mengatakan bahwa Bapak Presiden Prabowo sangat perhatian kepada pembecak karena beliau melihat pembecak sudah lansia dan ini memudahkan mereka dan di hari tua mereka punya aset agar tidak menyewa becak lagi. “Ini adalah kasih Pak Prabowo kepada mereka, dan ini mudah dioperasionalkan, tidak rumit juga dengan listrik 450 watt saja,” tutupnya. (Asep Rusliman)

HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM                      Aktivitas masyarakat pada Senin pagi (14/9/2026) mendapat pengamanan dan pengaturan dari personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WITA tersebut dilakukan di sejumlah ruas jalan dan persimpangan yang menjadi jalur aktivitas masyarakat di wilayah hukum Polres HSU. Pengaturan lalu lintas pagi ini menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), khususnya saat mobilitas masyarakat meningkat pada awal hari. Sejumlah lokasi yang menjadi titik kegiatan antara lain Jalan A. Yani Amuntai, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Pangeran Antasari, Jalan Palampitan, serta Jalan Banua Lima di kawasan Simpang Empat lampu merah Banua Lima Amuntai. Personel juga ditempatkan di Jalan Lambung Mangkurat, tepatnya di Simpang Tiga Hotel Lambung Mangkurat; Jalan Empu Jatmika di Simpang Empat Kecamatan Amuntai; Jalan Negara Dipa di Simpang Empat kawasan TVRI Sungai Malang; Jalan Kuripan di Simpang Tangga Ulin; serta Jalan Rakha di Simpang Tiga dekat Jembatan Pamintangan. Selain melakukan pengaturan arus kendaraan, personel Satlantas Polres HSU turut memberikan imbauan kepada masyarakat melalui public address. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengajak pengguna jalan untuk lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan selama berkendara. Petugas juga memberikan teguran kepada sejumlah pengguna jalan yang ditemukan melakukan pelanggaran lalu lintas. Teguran diberikan sebagai langkah pembinaan sekaligus pengingat agar masyarakat semakin memahami pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas. Melalui kehadiran personel di lapangan, kepolisian berupaya memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat sekaligus menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan terkendali. Pelaksanaan pengaturan dan pengamanan jalur pada pagi hari tersebut dilaporkan berjalan aman dan lancar. Kegiatan juga diarahkan untuk mendorong peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Kehadiran polisi di sejumlah titik lalu lintas diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas pada pagi hari, sekaligus memperkuat pendekatan pelayanan kepolisian yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Satlantas Polres HSU mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan. Sebab, tertib berlalu lintas bukan hanya untuk menghindari pelanggaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mencegah kecelakaan. “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan.” (Agus)

HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM                          Empat titik yang terindikasi sebagai hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di wilayah Desa Rintisan, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026) malam. Informasi mengenai titik panas tersebut terpantau melalui aplikasi Sistem Monitoring Karhutla (SIPONGI) dengan menggunakan satelit NOAA-20. Keempat titik tersebut tercatat memiliki tingkat kepercayaan kategori medium. Pemantauan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh personel Polsek Danau Panggang dengan melakukan pengecekan langsung atau ground check di wilayah hukum Polsek Danau Panggang, Polres Hulu Sungai Utara. Berdasarkan laporan kegiatan, empat titik yang terdeteksi berada di kawasan Desa Rintisan. Titik pertama berada pada koordinat -2.45997, titik kedua -2.46123, titik ketiga -2.45703, dan titik keempat -2.45009. Pengecekan lapangan dilakukan mulai sekitar pukul 21.30 WITA hingga selesai. Dalam kegiatan tersebut, dua personel Polsek Danau Panggang, yakni Aipda Syaipul Hadi, S.Sos., dan Bripda Putra Fajar Alam, diterjunkan untuk melakukan pemantauan kondisi lokasi. Namun, tim belum dapat menjangkau secara langsung titik lahan yang terindikasi terbakar. Kendala utama yang dihadapi adalah tidak tersedianya akses jalan menuju lokasi. Kondisi geografis wilayah membuat akses menuju titik tersebut harus ditempuh melalui jalur sungai menggunakan perahu berukuran kecil. Situasi itu menjadi kendala bagi tim untuk melakukan pengecekan hingga ke titik koordinat yang terdeteksi. Selain akses yang terbatas, lokasi yang terindikasi sebagai titik panas juga dilaporkan berada cukup jauh dari permukiman warga Desa Rintisan. Dalam kegiatan tersebut, personel membawa sejumlah perlengkapan pendukung, antara lain dua unit sepeda motor, satu unit GPS, peralatan tangan, kamera, serta alat tulis kantor. Pihak kepolisian terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah tersebut. Informasi lanjutan mengenai kondisi titik yang terdeteksi akan dilaporkan sesuai perkembangan di lapangan. Deteksi hotspot melalui sistem pemantauan satelit menjadi salah satu langkah awal dalam mengidentifikasi potensi karhutla. Pengecekan lapangan diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi, termasuk memastikan apakah titik panas tersebut benar-benar berkaitan dengan kebakaran lahan. (Agus)

JAKARTA, BIDIK-KASUSNEWS.COM                    Tim Taekwondo Korps Brimob Polri menorehkan prestasi dalam ajang Future Champ Taekwondo Series yang berlangsung pada 11–13 September 2026 di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Dalam kejuaraan tersebut, atlet Taekwondo Korps Brimob Polri menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan meraih sejumlah prestasi pada nomor Kyorugi dan Individual Poomsae. Briptu Fatkhur Rozi berhasil meraih Juara 2 Kyorugi Senior Putra U-87 Kg. Prestasi serupa diraih Briptu Romi Kurniawan Waruwu yang menempati posisi Juara 2 Kyorugi Senior Putra U-74 Kg. Sementara itu, Bripda Rio Handika berhasil meraih Juara 3 Kyorugi Senior Putra U-68 Kg. Pada nomor Individual Poomsae Senior Putra, Bripda Dafa Wildan tampil sebagai Juara Selain prestasi individu, penampilan konsisten para atlet juga membawa Tim Taekwondo Korps Brimob Polri meraih Piala Tim Terbaik dalam kejuaraan tersebut. Performa para atlet turut didukung oleh Pelatih dan Wasit Nasional, Aipda Ahmad Nadhif, S.H., M.H., C.Neg., yang mendampingi persiapan dan jalannya pertandingan. Raihan tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan olahraga di lingkungan Korps Brimob Polri, sekaligus menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi pada kompetisi berikutnya. (Agus)

AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COMUpaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jajaran Polsek Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Salah satunya melalui patroli dialogis dan sambang warga sekaligus menyosialisasikan Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang larangan pembakaran hutan dan lahan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WITA. Patroli menyasar masyarakat di Desa Tayur dan Desa Kamayahan, Kecamatan Amuntai Utara. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Amuntai Utara tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga berdialog langsung dengan warga. Petugas menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terutama dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Dua personel Bhabinkamtibmas, Aiptu Khairil Safari dan Aipda Hendra Pranata, terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka menggunakan dua unit sepeda motor dinas untuk menjangkau wilayah sasaran patroli. Sosialisasi dilakukan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi karhutla. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika kondisi lingkungan berpotensi memicu kebakaran. Selain menyampaikan imbauan secara langsung, petugas turut membagikan Maklumat Kapolda Kalsel tentang karhutla kepada warga. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai larangan pembakaran hutan dan lahan serta mendorong kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan. Polsek Amuntai Utara menyebut kegiatan patroli dialogis dan sambang merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat antara polisi dengan warga. Hasil pemantauan selama kegiatan menunjukkan situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara berlangsung aman dan kondusif. Tidak ditemukan kejadian karhutla selama pelaksanaan patroli. Kepolisian mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi memicu karhutla. Pencegahan sejak dini dinilai penting agar api tidak berkembang dan meluas hingga mengganggu lingkungan serta aktivitas masyarakat. Dengan patroli dan edukasi secara langsung, kepolisian berharap kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla semakin meningkat, sehingga kondisi wilayah Amuntai Utara tetap aman dan bebas dari kebakaran hutan dan lahan. (Agus)

AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COM      Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026). Kebakaran tersebut terpantau melalui sistem pemantauan titik panas atau hotspot Sipongi. Terdapat dua titik panas dengan tingkat kepercayaan (confidence level) kategori medium yang terdeteksi oleh satelit SNPP-NASA pada Minggu sore. Berdasarkan data pemantauan, titik panas pertama terakuisisi sekitar pukul 17.00 WITA, sedangkan titik kedua terdeteksi sekitar pukul 17.08 WITA. Kedua titik tersebut berada di wilayah Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Amuntai Tengah bersama unsur terkait melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Pemadaman melibatkan personel kepolisian, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, aparatur desa, serta warga setempat. Petugas juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah desa untuk melakukan penanganan di lokasi kebakaran sekaligus memantau perkembangan titik panas di wilayah Amuntai Tengah. Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa lahan yang terbakar merupakan kawasan dengan jenis tanah gambut. Vegetasi di lokasi didominasi semak belukar, bondong, dan purun. Berdasarkan informasi aparatur Desa Pinangkara, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WITA. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare. Proses pemadaman dilakukan secara manual karena keterbatasan sumber air di sekitar lokasi. Setelah dilakukan upaya pemadaman bersama, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 00.05 WITA. Meski demikian, petugas masih menemukan kepulan asap tipis sehingga pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Hingga laporan ini dibuat, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan guna memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran. Penanganan karhutla tersebut menjadi bagian dari upaya bersama aparat, pemerintah daerah, MPA, relawan, dan masyarakat dalam mencegah meluasnya kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)