Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Semangat gotong royong mewarnai suasana pagi di Jalan PB Marga, Kelurahan Sukadanaham, pada Jumat (12/12/2025). Puluhan warga bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa), Peltu Giarto, turun langsung ke jalan untuk membersihkan lingkungan dalam kegiatan rutin “Jumat Bersih”.
Aksi kebersamaan ini diikuti oleh aparatur kelurahan yang dipimpin Lurah Sukadanaham, Arif Rahman, S.Sos., Ketua Lingkungan, para ketua RT, hingga anggota Linmas. Tanpa sekat, masyarakat dan aparat bekerja berdampingan: menyapu jalan, memotong rumput liar, membersihkan gorong-gorong, serta mengangkut sampah dan plastik yang menyumbat aliran air.
“Ini adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Lingkungan bersih membuat hidup lebih sehat dan nyaman. Gotong royong seperti ini harus terus kita hidupkan,” ujar Peltu Giarto sambil sibuk memangkas rumput di tepi jalan.
Lurah Sukadanaham, Arif Rahman, turut menyampaikan apresiasi atas peran aktif Babinsa. “Kehadiran Pak Giarto selalu membangkitkan semangat warga. Jumat Bersih bukan sekadar kerja bakti, tetapi juga pendidikan karakter—bagaimana kita menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama,” katanya.
Kegiatan Jumat Bersih kali ini difokuskan pada tiga sasaran utama:
- Pembersihan gorong-gorong untuk mencegah banjir,
- Pemotongan rumput sepanjang jalan demi keindahan dan keamanan,
- Pengumpulan sampah plastik yang sering menyumbat selokan.
Siti Aminah (48), warga RT 02, mengaku sangat antusias. “Dengan Pak Babinsa dan Pak Lurah ikut turun, kami jadi makin semangat. Lingkungan bersih, hubungan dengan tetangga juga makin akrab,” ujarnya tersenyum.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga siang hari ini berjalan lancar dan langsung menunjukkan hasil nyata: jalanan lebih tertata, saluran air kembali mengalir, dan tumpukan sampah berhasil dibersihkan.
Program Jumat Bersih ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Koramil 410-05/Tanjung Karang Pusat dalam membina wilayah teritorial. Melalui kerja bersama dan kepedulian lingkungan, terbukti bahwa alat pembangunan paling kuat bukanlah senjata, tetapi sekop, sabit, dan semangat kebersamaan warga. (Agus)
