SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat langkah menuju tata kelola pemerintahan berbasis digital. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki saat membuka Festival Ekonomi Semesta (FESTA) Part 2 di Pasar Lembursitu, Sabtu (1/8/2026).
Di mana event tersebut menjadi sebuah ajang penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan pelaku UMKM berbasis digital dengan mengadopsi sistem Sukabumi Smart Artificial Intelegens (Sukasai).

Ayep mengatakan, dua tahun pertama masa pemerintahannya difokuskan untuk membangun fondasi pembangunan yang meliputi pembenahan birokrasi, penguatan ekonomi daerah, serta penerapan sistem digital di berbagai sektor pelayanan publik.
“Jika fondasi kuat maka dengan sendirinya akan mempercepat pelaksanaan program pembangunan pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Untuk itu Ia menilai transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Karena itu, dengan hadirnya Sukasai (Sukabumi Smart Artificial Intelligence) membawa dampak positif bagi perjalanan pemerintah ke depan.

“Sekarang Sukasai menjadi pusat integrasi data pemerintahan yang mencakup administrasi kependudukan, perpajakan, perizinan, kepegawaian hingga data pelaku UMKM,” terangnya.
Dengan seluruh data yang terhubung dalam satu sistem lanjut dia, pemerintah dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat pengawasan.
Sistem tersebut juga diharapkan mampu menciptakan pemerintahan yang lebih terbuka, efisien, dan akuntabel.
Selain mendukung pelayanan publik, Sukasai diyakini menjadi instrumen penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui data yang akurat dan terintegrasi, potensi penerimaan daerah dapat dipetakan secara lebih maksimal sehingga mendukung pembiayaan pembangunan.
Pada kesempatan itu, Ayep juga mengajak organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat untuk segera mendaftarkan diri ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Langkah tersebut dinilai penting agar pembinaan organisasi dapat dilakukan secara tertib sesuai regulasi.
Ia menambahkan, pemerintah berencana menyiapkan dukungan pembinaan bagi organisasi kemasyarakatan mulai 2027 apabila kondisi fiskal daerah terus membaik.
Menurutnya, ormas memiliki peran besar dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Sementara itu, Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Een Rukmini, menjelaskan FESTA Part 2 digelar sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Lembursitu.
Berbagai kegiatan disiapkan untuk menarik minat masyarakat sekaligus meningkatkan tingkat hunian kios dan los pasar.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pameran produk UMKM, tetapi juga memberikan dukungan nyata melalui fasilitasi digitalisasi transaksi.
Para pedagang dibantu membuka rekening perbankan dan menggunakan QRIS agar mampu mengikuti perkembangan sistem pembayaran modern.
Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi bagian dari rangkaian FESTA. Sebanyak 20 pelaku UMKM memperoleh perlindungan jaminan sosial secara gratis.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap Pasar Lembursitu kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi yang produktif.
Meningkatnya jumlah pedagang dan transaksi diharapkan berdampak pada pertumbuhan UMKM, kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap PAD Kota Sukabumi. (Usep)