MAJALENGKA – BIDIK-KASUSNEWS.COM –
Wakil Ketua Komisi II DPRD Majalengka Gus Hisnu Basyaiban angkat bicara terkait kinerja PT Sindangkasih Multi Usaha ( SMU ) Majalengka yang notabene BUMD Milik Pemkab Majalengka
Sebelumnya PMII Kabupaten Majalengka telah melaksanakan aksi demo ke kantor setempat dan pendopo Kabupaten Majalengka yamg menuntut evaluasi pengurus dan kinerja PT SMU Kabupaten Majalengka.
Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Gus Hisnu mengatakan bahwa aksi teman-teman PMII Majalengka di depan kantor PT SMU adalah alarm keras bagi kita semua.
“Saya berdiri bersama mahasiswa dalam menuntut perubahan mendasar pada tubuh PT SMU. Kita tidak bisa lagi mentoleransi BUMD yang ‘jalan di tempat’ atau bahkan terus-menerus menjadi beban bagi anggaran daerah,” kata Gus Hisnu pada media, Selasa, (28/04/26).
Masih kata dia ada beberapa poin yang saya tekankan sebagai Wakil Ketua Komisi II bahwa “Stop Pembiaran:” .Jangan ada lagi alasan ‘dinamika bisnis’ untuk menutupi ketidakefisienan. BUMD dibentuk untuk memberi profit bagi rakyat Majalengka, bukan untuk sekadar ada di atas kertas tanpa kontribusi PAD yang jelas.
“Audit dan Perombakan Total, saya mendesak adanya audit investigatif terhadap tata kelola PT SMU. Jika ditemukan ketidakbecusan manajerial, jangan ragu untuk melakukan perombakan total, termasuk restrukturisasi direksi. Kami di DPRD tidak akan segan memangkas penyertaan modal jika manajemen tidak mampu menunjukkan roadmap perbaikan yang konkret dan terukur, ” ujarnya.
Selanjutnya, DPRD Bukan Stempel, Komisi II akan memanggil Direksi PT SMU dalam waktu dekat. Saya ingatkan kepada pihak manajemen: hearing nanti bukan sekadar formalitas. Siapkan data, tunjukkan transparansi, dan berikan jawaban yang memuaskan atas tuntutan mahasiswa. Jika kalian tidak mampu bekerja profesional, maka kalian tidak punya tempat di BUMD milik rakyat ini.
”Mahasiswa telah bersuara, dan saya memastikan suara tersebut akan menjadi amunisi utama dalam rapat pengawasan kami di DPRD. Kita akan kawal sampai ada perbaikan nyata, titik,” serunya.
(Asep Rusliman)