SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Partai Golkar, Hj. Dewi Asmara, S.H., M.H., menegaskan bahwa visi Asta Cita Prabowo–Gibran menempatkan hak asasi manusia (HAM) bukan sekadar agenda, tetapi fondasi utama pembangunan nasional.
Menurut Dewi, arah kebijakan tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk menghormati, melindungi, dan memajukan hak-hak dasar seluruh warga negara tanpa kecuali.
Pernyataan itu disampaikan saat Dewi menjadi pembicara dalam Sosialisasi Program Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan HAM (P5HAM) di Joglo Pasundan, Kota Sukabumi, Kamis (16/10/2025).

“HAM adalah hak yang melekat sejak manusia lahir hak hidup, beragama, mendapat pendidikan, layanan kesehatan, dan kehidupan yang layak,” tegas Dewi.
Politisi senior Partai Golkar ini menekankan bahwa pelaksanaan pembangunan nasional harus berlandaskan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945.
“Pancasila menjadi pedoman keseimbangan antara hak dan kewajiban. HAM bukan hanya konsep universal, tetapi bagian dari jati diri bangsa Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dewi juga menyoroti pentingnya pendidikan dan literasi HAM sejak dini, termasuk etika dalam bermedia sosial, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.
“Saring informasi sebelum dibagikan. Hindari ujaran kebencian yang dapat memecah persatuan bangsa,” pesannya.
Acara ini turut dihadiri Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat Hasbullah Fudhail, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Feri Sri Astrina, serta sejumlah tokoh politik daerah seperti Suhud Jaya Kusuma, H. Gundar Kolyubi, dan H. Agus Rukman Mustafa.
Hasbullah Fudhail mengapresiasi peran Dewi Asmara dalam memperkuat pengarusutamaan HAM di daerah.
“HAM adalah tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat memahami dan menghormati hak orang lain, kehidupan berbangsa akan lebih damai dan berkeadilan,” ujarnya. (Usep)