JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jepara-29-Maret-2026-Warga Desa Banjaragung, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, mengeluhkan tingginya harga gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram yang dijual di tingkat pengecer. Harga yang semestinya terjangkau justru melonjak hingga Rp21.000 per tabung.
Salah satu warga, Insal R, menyampaikan bahwa dirinya harus membeli elpiji 3 kg dengan harga tersebut. “Saya beli sampai Rp21 ribu per tabung,” ujarnya kepada Bidik-kasusnews.
Kondisi ini dinilai memberatkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah yang menjadi sasaran utama subsidi elpiji 3 kg. Padahal, berdasarkan ketentuan distribusi, harga dari Pertamina ke agen berada di kisaran Rp15.520. Selanjutnya, pangkalan mendapatkan margin sekitar Rp2.480, sehingga harga jual resmi di pangkalan ditetapkan sekitar Rp18.000 per tabung.
Perbedaan harga yang cukup signifikan antara harga pangkalan dan harga yang diterima masyarakat memunculkan dugaan adanya permainan di tingkat distribusi setelah pangkalan, terutama oleh pengecer.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi elpiji subsidi, agar harga tetap sesuai dengan ketentuan dan tidak memberatkan masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar penyaluran gas elpiji 3 kg tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kenaikan harga tersebut di tingkat pengecer.
(Wely)