JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jepara, 25 September 2025 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan warga binaan perempuan melalui pelatihan keterampilan menjahit. Kegiatan yang diikuti oleh 14 warga binaan perempuan ini bekerja sama dengan Rumah BUMN Jepara, sebagai bentuk pembinaan kemandirian dan persiapan reintegrasi sosial.

Pelatihan yang berlangsung di aula Rutan Jepara ini mencakup pengenalan dasar menjahit, penggunaan mesin jahit, serta praktik membuat produk dan pakaian rumah. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta, yang melihat pelatihan ini sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki masa depan.
Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan kepribadian dan keterampilan yang terus dikembangkan di Rutan Jepara.
“Kami ingin warga binaan perempuan tidak hanya menjalani masa pidana, tapi juga mendapatkan keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal hidup setelah bebas. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi bagian dari proses pemulihan dan pemberdayaan,” ujar Renza Maisetyo.
Selain pelatihan menjahit, Rutan Jepara juga merencanakan kerja sama lanjutan dengan Rumah BUMN Jepara dalam pelatihan pembuatan batik, yang semoga akan segera dimulai dalam waktu dekat. Program batik ini diharapkan dapat memberikan peluang ekonomi yang lebih luas bagi warga binaan, mengingat batik merupakan salah satu warisan budaya dan potensi unggulan daerah Jepara.
Koordinator Bidang Ekonomi Dharma Wanita Persatuan Rutan Jepara menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung berbagai bentuk pelatihan lanjutan yang bertujuan membangun keterampilan dan mental positif warga binaan perempuan.
Sementara itu, perwakilan dari Rumah BUMN Jepara menyatakan bahwa pihaknya siap mendampingi program-program pembinaan kemandirian ini, baik dari segi pelatihan, penyediaan instruktur, hingga pemasaran hasil karya warga binaan ke masyarakat.
Kegiatan ini ditutup dengan semangat dan harapan dari para peserta agar ilmu yang mereka peroleh dapat terus dikembangkan, bahkan menjadi cikal bakal usaha mandiri setelah mereka kembali ke lingkungan masyarakat.(Wely)