JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jepara – Halaman Masjid Jami’ Al Makmur, Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Jepara, pada Jum’at (19/9/2025) berubah menjadi lautan manusia. Puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah berduyun-duyun hadir dalam peringatan Maulid Akbar dan Doa untuk Bangsa, mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memohon keberkahan bagi negeri.

Sejak fajar, gema sholawat dan dzikir menggema. Jamaah yang terdiri dari habaib, ulama, tokoh masyarakat, hingga warga lintas daerah larut dalam kekhusyukan. “Ini bukan sekadar peringatan, tapi momentum untuk memperkokoh iman sekaligus persatuan,” ucap salah seorang jamaah yang hadir.
Gebyar Maulid tahun ini tak hanya berisi pengajian. Panitia telah menyiapkan rangkaian acara sejak 8 September, mulai dari bazar UMKM, khitan massal, donor darah, hingga pengobatan gratis. Pawai Ta’aruf yang digelar sehari sebelumnya turut menyemarakkan suasana dengan iringan marching band dan partisipasi lembaga pendidikan.
Puncak perayaan ditandai dengan mauidloh hasanah dari Al Habib Umar Al Muthohar (Semarang), yang menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW. “Kecintaan pada Nabi tidak cukup hanya diucapkan, tapi harus diwujudkan dalam amal nyata,” dawuhnya di hadapan jamaah.
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar), yang turut hadir, menyebut Maulid Akbar di Masjid Al Makmur sebagai benteng keimanan masyarakat Jepara. “Semoga peringatan ini membawa Jepara menuju kemakmuran, kelestarian, serta menjadikan daerah yang religius,” tuturnya.
Sementara itu, Khadimul Majelis, Gus Mamat (Muhammad Ubaidil Khobir bin KH. Muhammad Ibnu Sahil Nawawi), berharap kegiatan tahunan ini terus menjadi ajang memperkuat iman, taqwa, dan ukhuwah Islamiyah
Tak hanya syiar agama, Maulid Akbar di Sinanggul juga menyatukan jamaah dalam doa tulus bagi bangsa. “Semoga menjadi momentum mempererat silaturahmi, serta mengingatkan kembali pada ajaran Nabi Muhammad SAW yang penuh rahmat,” pungkas Hilmy Zakaria, panitia acara.
Dengan semangat kebersamaan, acara ditutup dengan doa bersama. Ribuan jamaah larut dalam kekhusyukan, berharap keberkahan Maulid menjadi cahaya penerang bagi Jepara dan Indonesia.
(Wely-jateng)