MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,.Program bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM),kini program bantuan tersebut tersalurkan di Desa Heuleut Kecamatan Lewimunding,Kabupaten Majalengka.oleh penerima kelompok tani yang di ketuai oleh Asan.
Pemerintahan melalui dinas terkait memberikan program bantuan IRPOM untuk menyediakan air irigasi dengan pompa di lahan pertanian yang tidak terjangkau jaringan irigasi (teknis), terutama lahan sawah dan daerah rawan kekeringan. Tujuannya meningkatkan luas tanam, produktivitas, dan mendukung swasembada pangan lokal.
Dari hasil temuan di lapangan program bantuan IRPOM tersebut kini masih dalam pembangunan di desa heuleut kecamatan Lewimunding,terlihat jelas para pekerja masih dalam proses pemasangan bata,dan baru mulai pada hari Minggu kemarin,dan tidak tau terkait sumber dana,karena di lokasi tidak terpangpang papan informasi.
“Saya tidak tau pa terkait papan informasi,ini juga baru bekerja dari hari Minggu belum ada satu Minggu,dan ketua kelompok pun saya tidak tau ada dimana”.ujar si pekerja.Kamis 30/07/2026
Saat awak media mendatangi ketua kelompok Asan di kediaman nya, yang tak jauh dari proyek IRPOM,namun Asan tidak ada hanya ada kakak nya yang bernama Amin,ia pun menjelaskan kan terkait irpom yang saat ini lagi di kerjakan yang melibatkan kakak sebagai ketua kelompok.
“Kalau masalah Asan betul adik saya yang menjadi ketua kelompok tani,tapi hanya sekedar di tulis tonggong,(punggung).mangga silahkan ke desa saja hubungi pak ambang Ato”.kata amin.
Di sisi lain, saat di ruangan balai desa heuleut wartawan ini hanya bertemu dengan kepala Dusun (Kadus),dan membenarkan kan ada nya proyek IRPOM, “terkait proyek tersebut biasa nya ke pak ambang dan nanti juga di tembuskan ke pak Kuwu”.kata kadus
Kami pun mengkonfirmasi pak ambang,menggunakan handpon nya Kadus bahwa pernyataan dari kakak nya Asan yakni amin itu tidak benar,dan terkait papan informasi itu dari RAB nya emang tidak di cantum kan.
“Iya proyek IRPOM di situ betul lagi di laksanakan,terkait ketua kelompok Asan hanya sekedar di tulis punggung,itu tidak benar.dan tidak di pasang nya papan informasi karena dari RAB nya tidak ada,dan yang bikin RAB nya itu dari konsultan dan saya juga tidak tau nama nya”. pungkas ambang sambil matikan handpon.
Sampai nya berita ini di tulis dan di terbitkan belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait.dan program pembangunan bantuan IRPOM tersebut masih belum jelas sumerdana dari mana dan berapa nilai nya masih misteri.publik masih menunggu untuk keterbukaan dan transparansi.
(Asep Rusliman)