AMUNTAI – BIDIK-KASUSNEWS.COM Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Palimbang Sari, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Selasa (29/9/2026).
Informasi mengenai kebakaran tersebut diterima dari masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Amuntai Utara bersama Tim Posko Karhutla Kabupaten HSU, relawan BPK, serta warga setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Kapolsek Amuntai Utara IPDA Alamsyah, S.H. bersama anggotanya turut berada di lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi lapangan sekaligus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, aparatur desa, dan masyarakat.
Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan, kebakaran terjadi pada lahan berstatus APL dengan vegetasi berupa tanaman padi, bambu, serta semak belukar. Area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
Api diketahui muncul di sejumlah titik dengan kobaran relatif kecil dan membakar semak belukar. Berdasarkan keterangan warga, api mulai terlihat sekitar pukul 12.00 WITA.
Lokasi kebakaran berada sekitar 500 meter dari permukiman penduduk. Sementara akses dari jalan raya menuju titik kebakaran berjarak kurang lebih 450 meter.
Dalam proses pemadaman, tim gabungan memanfaatkan sumber air dari kolam ikan milik warga yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi. Pemadaman juga didukung satu unit mobil tangki.
Setelah dilakukan penanganan bersama, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WITA. Petugas kemudian melakukan pengecekan kembali untuk memastikan tidak terdapat titik api yang masih menyala.
Meski demikian, berdasarkan hasil pengecekan, titik panas atau hotspot tidak terdeteksi melalui aplikasi SiPongi. Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan.
Pihak kepolisian juga masih melakukan pendalaman terkait asal mula kebakaran dan belum menetapkan adanya pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Kegiatan penanganan karhutla berakhir setelah kondisi di lokasi dinyatakan aman. Pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api, terutama pada area yang sebelumnya terbakar.
(Agus)