TEMANGGUNG-Bidik-Kasnews.com, Program Beasiswa Sarjana yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Temanggung bersama Baznas Temanggung, sangat dirasakan manfaatnya oleh Nisaul Fadillah, warga RT 01 RW 01 Kauman, Desa Ngadirejo, Kecamatan Ngadirejo.
Ia merupakan mahasiswa penerima program Beasiswa Sarjana yang digagas Bupati Temanggung Agus Setyawan itu. Dimulai pada pertengahan 2025, beasiswa ini menyasar mahasiswa dari keluarga kurang mampu, khususnya kategori desil 1–5 DTSEN.
Nisaul Fadillah menempuh kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Prodi Ilmu Keperawatan. Merupakan anak kedua dari dua bersaudara.
Ayahnya, Solichun, telah meninggal dunia sejak Nisaul Fadillah masih SMP. Sementara ibunya, Juyati, bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu, sekitar Rp250 ribu per bulan. Menurut Nisa, beasiswa sarjana sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Selain itu, menunjang kebutuhan kuliah.
“Sebagai anak dari orang tua tunggal, kondisi ekonomi keluarga menjadi tantangan. Adanya beasiswa ini, beban biaya pendidikan dan kebutuhan belajar dapat terbantu,” ungkapnya, rabo(25/2/26).
Nisa menceritakan biaya UKT per semester Rp 17,5 juta. Lalu ada biaya asrama per tahun Rp 7,2 juta. “Tapi untuk UKT, saya dapat subsidi dari kampus jadi gratis 100 persen. Lalu dana beasiswa dari Baznas saya gunakan untuk membayar asrama,” jelas gadis 21 tahun itu.
Nisa menerima Rp 6 juta per tahun dari beasiswa sarjana. Baginya, beasiswa tersebut meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri untuk terus berprestasi.
“Beasiswa ini membuka jalan bagi saya untuk meraih cita-cita. Saya berharap dapat membanggakan orang tua, bermanfaat bagi masyarakat, dan suatu hari membantu orang lain,” ujarnya
Hal senada diungkapkan Isna Muyasaroh, warga Desa Kerokan, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. Putri bungsu pasangan Sarno dan Triyati ini memiliki semangat luar biasa dalam pendidikan.
Dengan beasiswa sarjana, Isna menempuh studi di Poltekkes Kemenkes Semarang, Prodi Keperawatan Magelang Sarjana Terapan dan Profesi Ners.
“Alhamdulillah tahun lalu saya lolos pogram beasiswa ini. Bisa melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan di Poltekkes Kemenkes Semarang, yang kampusnya berada di Kota Magelang. Meski belum bisa menjadi dokter, sekiranya cita-cita saya bekerja di dunia medis atau bidang kesehatan, insyaallah sudah berada di jalur yang tepat,” ungkapnya bahagia.
Kedua orang tua Isna hanya tenaga serabutan. Maka, gadis kelahiran 18 Juni 2006 itu, ingin senantiasa berjuang keras untuk dapat menyelesaikan setiap jenjang pendidikan.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Isna saat ini bekerja sebagai host live dan editor video salah satu platform toko digital.pungkasnya.
Jurnalis ( trm )