Kuningan, BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Kepolisian Resor (Polres) Kuningan memfasilitasi mediasi antara kelompok suporter Persib dan Persija menyusul adanya dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar berinisial FN (15), warga Caracas, Cilimus, Kuningan, pada Minggu (10/5/2026). Langkah mediasi ini ditempuh sebagai upaya menjaga kondusivitas di wilayah Kabupaten Kuningan.
Kasi Humas Polres Kuningan AKP Mugiono menjelaskan pertemuan tersebut diselenggarakan pada Senin (11/5/2026) mulai pukul 13.00 hingga 15.09 WIB di Ruang Rapat Gedung Tatag Trawang Polres Kuningan. Agenda mediasi ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat kepolisian, perwakilan Viking Distrik Kuningan (VDK), The Jakmania Kuningan, Bobotoh Kuningan (BOBOKU), serta sejumlah komunitas suporter lainnya.
Berdasarkan hasil mediasi tersebut, disepakati beberapa poin penting. Pertama, pihak The Jakmania Kuningan menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas kerugian material maupun biaya pengobatan korban melalui koordinasi dengan pengurus The Jakmania Cirebon.
Selanjutnya, kedua kubu suporter sepakat menandatangani surat pernyataan bersama yang memuat komitmen untuk menjaga perdamaian dan situasi kondusif di wilayah Kuningan. Ketiga, mereka menyatakan bahwa rivalitas hanya berlangsung selama 90 menit di atas lapangan, sementara di luar itu, seluruh suporter adalah saudara sebangsa dan setanah air.
Keempat, para suporter juga bersepakat untuk tidak terprovokasi pascakejadian, membentuk forum komunikasi rutin antarsuporter, serta menghindari penyebaran konten provokatif maupun ujaran kebencian di media sosial.
Mugiono memaparkan besarnya basis massa kedua kelompok suporter tersebut sangat rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Oleh karena itu, ia mengimbau agar para suporter senantiasa bijak dan tidak mudah terhasut.
“Viking dan The Jak Mania ini komunitas besar. Sangat mudah bagi pihak luar untuk menyusupi dan mengadu domba. Karena itu jadilah suporter yang bijak dan tidak mudah terprovokasi,” tutur Mugiono dalam keterangan persnya, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, insiden pengeroyokan tersebut harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak bahwa perbedaan dukungan tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan kekerasan. Ia mengajak seluruh suporter untuk memberikan dukungan positif demi kemajuan sepak bola nasional. Kesepakatan yang telah dicapai diharapkan dapat menjadi titik balik dalam menjaga hubungan harmonis antarsuporter di Kabupaten Kuningan di masa depan.
“Kami percaya setiap pelaksanaan nonton bareng selama ini berjalan aman dan kondusif. Namun kejadian kemarin harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Perbedaan dukungan jangan dijadikan sebagai masalah besar, mari kita tetap rukun dan menjaga situasi tetap damai. Mari kita dukung tim kebanggaan masing-masing dengan cara yang baik, sehingga bisa menciptakan suasana positif dan berdampak pada kualitas persepakbolaan Indonesia. Jaga kondusifitas, jaga nama baik Kuningan dan bangsa ini,” tutur Mugiono.
Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kuningan memastikan proses hukum terhadap kasus tersebut tetap berjalan dengan melakukan pemeriksaan terhadap korban serta saksi-saksi. Kendati demikian, pihak kepolisian tetap membuka peluang penyelesaian melalui pendekatan keadilan restoratif (restorative justice) apabila kedua belah pihak mencapai kesepakatan.
Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar berinisial FN (15) diduga menjadi korban pengeroyokan pada Minggu malam. Korban yang saat itu mengenakan atribut Persib dikeroyok oleh sekelompok orang berpakaian hitam setelah mengisi bahan bakar dan membeli sayuran di sekitar SPBU Caracas.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Linggarjati. Selain itu, sepeda motor yang dikendarai korban juga mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.
(Asep Rusliman)