PETI Menggila di Sungai Kapuas Semitau Hilir, Diduga Dibekingi Oknum: Hukum Seolah Tak Bertaring, Diduga Polsek dan Polres Kapuas Hulu Tutup Mata !!!

Bidik-kasusnews.com,Semitau Hilir Kapuas Hulu
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga berlangsung di aliran Sungai Kapuas, tepatnya di wilayah Dusun Sungai Asun, Desa Semitau Hilir, Kecamatan Semitau Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, kembali menjadi sorotan publik. Warga mengeluhkan aktivitas yang disebut-sebut berlangsung secara terbuka dan terus beroperasi dalam waktu yang cukup lama tanpa adanya penindakan yang terlihat di lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, aktivitas PETI tersebut diduga telah memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan perairan Sungai Kapuas yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar. Kekeruhan air yang meningkat, perubahan kondisi bantaran sungai, serta kekhawatiran terhadap potensi kerusakan ekosistem menjadi keluhan utama yang disampaikan warga.

Sejumlah warga mengaku heran karena aktivitas yang diduga melanggar hukum tersebut terkesan terus berjalan tanpa hambatan. Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi dan dugaan di tengah masyarakat, termasuk dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut. Namun hingga saat ini, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan dan penegakan hukum oleh aparat yang berwenang

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi yang terjadi.

“Masyarakat melihat aktivitas itu berjalan terus. Dampaknya kami yang merasakan, terutama terhadap kualitas air sungai. Kami berharap aparat melakukan pemeriksaan dan penindakan secara serius agar semuanya menjadi jelas,” ujarnya.

Lingkungan Terancam, Masyarakat Kehilangan Rasa Aman

Sungai Kapuas merupakan salah satu urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah Kapuas Hulu. Selain digunakan sebagai sarana transportasi, sungai ini juga menjadi sumber air bagi berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.

Apabila aktivitas PETI terus berlangsung tanpa pengawasan dan penindakan yang memadai, masyarakat khawatir kerusakan lingkungan akan semakin meluas. Pengerukan dasar sungai yang dilakukan secara terus-menerus berpotensi mengubah struktur perairan, mempercepat abrasi bantaran sungai, serta mengganggu habitat berbagai jenis ikan dan biota air lainnya

Selain persoalan lingkungan, aktivitas pertambangan ilegal juga dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi yang lebih luas apabila tidak segera ditangani secara komprehensif.

Aparat Diminta Bertindak Profesional dan Transparan

Masyarakat meminta jajaran aparat penegak hukum, baik Kepolisian Daerah Kalimantan Barat maupun Kepolisian Resor Kapuas Hulu, untuk melakukan penelusuran secara menyeluruh terhadap aktivitas PETI yang diduga masih berlangsung di wilayah tersebut.

Warga berharap proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, objektif, dan tidak berhenti pada pelaku lapangan semata. Penelusuran juga diharapkan mampu mengungkap pihak-pihak yang diduga memiliki peran lebih besar dalam mendanai, mengorganisir, maupun mengambil keuntungan dari aktivitas pertambangan ilegal apabila ditemukan adanya unsur pidana.

Menurut masyarakat, langkah penegakan hukum yang konsisten akan menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dalam melindungi lingkungan hidup dan menegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu.

Potensi Pelanggaran Hukum

Apabila terbukti melalui proses hukum yang sah, aktivitas PETI dapat berpotensi melanggar sejumlah ketentuan perundang-undangan, di antaranya:

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang mengatur larangan melakukan kegiatan pertambangan tanpa izin resmi dari pemerintah.

Selain itu, apabila aktivitas tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan, pelaku juga dapat dikenakan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Menjunjung Asas Praduga Tak Bersalah

Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi, keluhan masyarakat, dan dugaan yang berkembang di lapangan. Sesuai prinsip Kode Etik Jurnalistik, seluruh pihak yang disebut maupun pihak terkait lainnya memiliki hak untuk memberikan klarifikasi, tanggapan, dan hak jawab atas informasi yang beredar.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait mengenai perkembangan penanganan dugaan aktivitas PETI di wilayah Dusun Sungai Asun, Desa Semitau Hilir.

Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari otoritas berwenang untuk memastikan penegakan hukum berjalan sebagaimana mestinya serta menjaga kelestarian Sungai Kapuas yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Kapuas Hulu.

Sumber: Warga Masyarakat Semitau Hilir

Follow Us On

Trending Now​

Squad Nusantara PAC Pakis Aji Gelar Takziah di Rumah Duka Orang Tua Anggota

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Keluarga besar Squad Nusantara PAC Pakis Aji kembali menunjukkan...

Dukung Pembinaan Kepribadian, Anggota DPR RI Salurkan Paket Sarana Ibadah ke Lapas Majalengka

MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Majalengka menerima kunjungan...

Titiek Soeharto Apresiasi Nusakambangan, Dari Penjara Berisiko Tinggi Jadi Sentra Ketahanan Pangan

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, memberikan apresiasi...

Pantai Jangkar Jadi Saksi Lahirnya 1.035 Prajurit Infanteri Tangguh, Tradisi Pembaretan Berlangsung Khidmat

Situbondo, Bidik-kasusnews.com – Pantai Jangkar di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa...

Polsek Banjang Intensif Pantau Lahan Jagung Binaan di Pulau Damar, Pertumbuhan Tanaman Tunjukkan Tren Positif

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Komitmen mendukung program swasembada pangan terus...

Recent Post​

PETI Menggila di Sungai Kapuas Semitau Hilir, Diduga Dibekingi Oknum: Hukum Seolah Tak Bertaring, Diduga Polsek dan Polres Kapuas Hulu Tutup Mata !!!

Bidik-kasusnews.com,Semitau Hilir Kapuas Hulu Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga berlangsung di aliran Sungai Kapuas, tepatnya...

Squad Nusantara PAC Pakis Aji Gelar Takziah di Rumah Duka Orang Tua Anggota

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Keluarga besar Squad Nusantara PAC Pakis Aji kembali menunjukkan rasa solidaritas dan kepedulian terhadap sesama...

Dukung Pembinaan Kepribadian, Anggota DPR RI Salurkan Paket Sarana Ibadah ke Lapas Majalengka

MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Majalengka menerima kunjungan kerja sekaligus aksi kepedulian dari Tokoh Masyarakat...

Titiek Soeharto Apresiasi Nusakambangan, Dari Penjara Berisiko Tinggi Jadi Sentra Ketahanan Pangan

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, memberikan apresiasi terhadap transformasi kawasan Pemasyarakatan di...

Pantai Jangkar Jadi Saksi Lahirnya 1.035 Prajurit Infanteri Tangguh, Tradisi Pembaretan Berlangsung Khidmat

Situbondo, Bidik-kasusnews.com – Pantai Jangkar di Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadi saksi lahirnya ribuan prajurit...

Polsek Banjang Intensif Pantau Lahan Jagung Binaan di Pulau Damar, Pertumbuhan Tanaman Tunjukkan Tren Positif

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Komitmen mendukung program swasembada pangan terus ditunjukkan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai...

Dari Ladang ke Pabrik Langkah Tegas Polres Kuningan Jaga Asa Petani.

KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. ( 21/06) Program swasembada pangan yang digalakkan Polri terus berjalan masif di Kabupaten Kuningan, Demi terwujudnya...

Dukung Ketahanan Pangan, Satlantas Polres Kuningan Dampingi Petani Desa Cibulan Rawat Tanaman Jagung

KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,.Personel Satlantas Polres Kuningan kembali menunjukkan kepedulian terhadap ketahanan pangan dengan turun langsung...

Dandim 0410/KBL Lantik Pengurus HIPAKAD Bandar Lampung 2026-2031, Perkuat Sinergi TNI AD dan Masyarakat

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Komitmen memperkuat sinergi antara keluarga besar TNI Angkatan Darat dan masyarakat kembali ditegaskan melalui...