JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jepara – Jumat, 27 Februari 2026
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian di bulan suci Ramadan. Kegiatan berlangsung pada pukul 08.00–09.00 WIB dan dilaksanakan dengan tertib serta penuh kekhusyukan.
Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan shalawat, dzikir bersama, serta ceramah agama yang disampaikan oleh M. Idlom Dzulqornain, Lc., M.Ag. dari Kementerian Agama Kabupaten Jepara dan Hj. Nuril Sa’adah, Ketua PAC Fatayat Kecamatan Mayong.
Kegiatan untuk warga binaan laki-laki dilaksanakan di Masjid At-Taubah Rutan Jepara, sedangkan warga binaan perempuan mengikuti kegiatan di Musala Blok W dengan pendampingan petugas serta peserta magang formasi Pembinaan Kepribadian.
Dalam tausiyahnya, M. Idlom Dzulqornain menyampaikan bahwa esensi puasa adalah imsak atau menahan diri, tidak hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari perilaku yang dapat mengurangi pahala seperti marah dan berkata kasar. Ia menekankan bahwa zikir dan pengendalian diri selama berpuasa merupakan bentuk detoksifikasi psikologis yang melatih kesabaran serta mempercepat proses pendewasaan karakter.
Sementara itu, Hj. Nuril Sa’adah menyampaikan materi tentang keutamaan puasa di bulan Ramadan. Ia menjelaskan bahwa puasa merupakan ibadah wajib sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang bertujuan membentuk pribadi yang bertakwa. Puasa melatih kesabaran, menahan hawa nafsu, serta meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT.
Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan merupakan wujud komitmen Rutan Jepara dalam memperkuat pembinaan spiritual warga binaan.
“Momentum Ramadan menjadi sarana refleksi dan pembentukan karakter. Melalui kegiatan pesantren ini, kami berharap warga binaan mampu memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujar Renza.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Para warga binaan mengikuti kegiatan dengan khusyuk dan penuh antusias.
Melalui pelaksanaan Pesantren Ramadan ini, Rutan Jepara menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual, mental, dan moral sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial yang berkelanjutan.
(Wely)
Sumber:Humas Rutan jepara