BANYUASIN, Bidik-kasusnews.com Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banyuasin terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan dan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Seskoad di wilayah teritorial Kodim 0430/Banyuasin.
Kegiatan tersebut didampingi Kolonel Cke Wendy Irawan dan dihadiri Mayor Inf Sutrisno selaku Ketua Subsatgas Kabupaten Banyuasin, serta unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat setempat.
Mengangkat tema “Cegah Sebelum Terbakar, Deteksi Dini, Lapor Cepat, Tangani Secara Terpadu”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.
Dalam penyuluhan tersebut, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad menegaskan bahwa pencegahan karhutla harus menjadi prioritas utama, bukan hanya berfokus pada upaya pemadaman setelah api muncul dan meluas.
Langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini melalui edukasi masyarakat, pemetaan wilayah rawan kebakaran, serta penguatan sistem deteksi dan peringatan dini. Dengan demikian, potensi kebakaran dapat diketahui lebih cepat dan ditangani sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.
Sementara itu, keterlibatan Mayor Inf Sutrisno selaku Ketua Subsatgas Kabupaten Banyuasin menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi antarlembaga. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam membangun sistem penanganan karhutla yang efektif.
Pada sesi FGD, peserta membahas sejumlah strategi pencegahan, khususnya terkait percepatan pelaporan apabila ditemukan indikasi munculnya titik api di wilayah rawan. Respons cepat dan koordinasi yang terarah diharapkan dapat memperpendek waktu penanganan sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
Selain itu, edukasi secara persuasif kepada masyarakat mengenai bahaya dan larangan membuka lahan dengan cara membakar juga menjadi perhatian dalam diskusi. Kesadaran masyarakat dinilai memiliki peran besar dalam menekan risiko kebakaran, terutama di kawasan yang rentan mengalami karhutla.
Melalui kegiatan penyuluhan dan FGD ini, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad bersama Kodim 0430/Banyuasin, Subsatgas Kabupaten Banyuasin, jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan semakin solid dalam membangun langkah pencegahan yang terencana dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman karhutla, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi keselamatan dan kenyamanan masyarakat di Kabupaten Banyuasin.
Pencegahan sejak dini, pelaporan yang cepat, dan penanganan terpadu menjadi kunci penting dalam mewujudkan Banyuasin yang lebih tangguh menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
(Agus)