JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jepara — Gelaran Pesta Lomban 2026 kembali berlangsung semarak. Puncak acara yang digelar di Pantai Kartini, Sabtu (28/03/2026), dipenuhi ribuan warga yang antusias mengikuti Festival Kupat Lepet.

Dua gunungan berisi kupat dan lepet yang telah disiapkan panitia menjadi daya tarik utama. Tak butuh waktu lama, hanya sekitar seperempat jam, seluruh isi gunungan tersebut habis diperebutkan masyarakat setelah prosesi pembukaan dilakukan.
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai daerah telah memadati lokasi. Mereka ingin menyaksikan langsung tradisi khas Syawalan yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun di Jepara. Suasana semakin meriah saat prosesi larungan kepala kerbau selesai dilaksanakan di laut.
Tanda dimulainya perebutan gunungan ditandai dengan pemotongan tali janur oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Dalam hitungan detik, warga langsung menyerbu dan saling berebut kupat serta lepet yang dipercaya membawa berkah.
Tradisi ini memiliki nilai simbolik yang kuat. Kupat dimaknai sebagai bentuk pengakuan kesalahan, sementara lepet menggambarkan persatuan dan kekompakan masyarakat. Filosofi tersebut menjadi pengingat pentingnya saling memaafkan pasca Hari Raya Idulfitri.
Salah seorang pengunjung, Siti (35), mengaku rela datang lebih awal demi mendapatkan bagian dari gunungan. “Senang sekali bisa ikut tradisi ini. Walaupun harus berdesakan, tapi suasananya seru dan penuh kebersamaan,” ujarnya.
Bupati Witiarso Utomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pesta Lomban merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang melimpah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga tradisi sebagai identitas budaya daerah.
Pemerintah Kabupaten Jepara pun terus berupaya mengembangkan Pesta Lomban sebagai agenda wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak pengunjung setiap tahunnya.
Dengan antusiasme yang tak pernah surut, Festival Kupat Lepet kembali menjadi simbol kuat kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Jepara yang terus lestari dari generasi ke generasi.
(Wely)