JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jepara – Suasana pemakaman umum Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, tampak ramai sejak Kamis (13/11/2025) pagi. Warga berdatangan menyaksikan proses pembongkaran makam seorang asisten rumah tangga (ART) yang sebelumnya meninggal dunia secara misterius di rumah majikannya.
Langkah ekshumasi atau pembongkaran makam itu dilakukan oleh Polres Jepara untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban berinisial K (54), warga Desa Kerso.

Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna menjelaskan, proses ekshumasi melibatkan sejumlah tim dari Polda Jawa Tengah, termasuk Unit Identifikasi, Bidlabfor, dan Biddokkes.
“Tim gabungan melakukan ekshumasi untuk mendapatkan kepastian penyebab kematian korban. Semua langkah ini dilakukan secara ilmiah melalui metode Scientific Crime Investigation,” ujar AKP Dwi Prayitna.
Ia mengatakan, penyelidikan dilakukan karena ada sejumlah kejanggalan dari kasus meninggalnya korban di rumah majikan di Kecamatan Batealit, Sabtu (8/11/2025) lalu. Meski hasil pemeriksaan awal dari Puskesmas Batealit tidak menemukan tanda kekerasan, petugas sempat mencatat adanya lebam pada bagian wajah korban.
“Dari pemeriksaan awal memang tidak ada tanda kekerasan, namun lebam di wajah menjadi perhatian kami. Karena itu, penyelidikan dilanjutkan dengan pembongkaran makam,” jelasnya.
Proses ekshumasi berlangsung cukup lama dan menarik perhatian warga sekitar. Pihak keluarga korban turut hadir dan berharap penyelidikan ini dapat menjawab penyebab pasti kematian anggota keluarga mereka.
Sementara itu, hasil pemeriksaan forensik dari tim Polda Jateng masih menunggu. Polisi menegaskan, semua langkah yang diambil bertujuan mencari kebenaran dan memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut.(Wely-jateng)