SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Sukabumi menjadi momentum penegasan arah pembangunan sumber daya manusia. Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menekankan bahwa pendidikan unggul harus menjadi motor utama dalam mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing.
Dalam kegiatan yang digelar di Halaman Setda Kota Sukabumi, Senin (4/5/2026), Ayep menegaskan bahwa kekuatan sebuah daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Menurutnya, pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga karakter dan integritas.
“Pendidikan harus menjadi mesin yang melahirkan generasi unggul, bukan hanya pintar, tapi juga berintegritas dan siap menghadapi tantangan,” tegasnya.
Ia menyoroti pentingnya membangun sistem pendidikan yang mampu melahirkan individu tangguh, bermental kuat, serta berani bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dalam pandangannya, hanya generasi yang teruji melalui proses pendidikan berkualitas yang mampu bertahan dalam ketatnya kompetisi global.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Sukabumi terus memperkuat dukungan pembiayaan pendidikan melalui berbagai sumber. Selain mengandalkan anggaran pemerintah pusat, provinsi, dan APBD, pemerintah juga mengoptimalkan peran filantropi seperti wakaf dan Baznas.
Pemanfaatan dana tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Salah satu program yang didorong adalah pemberian beasiswa bagi siswa Sekolah Dasar melalui skema dana wakaf.
Di sisi lain, perhatian terhadap pendidikan tinggi juga terus ditingkatkan. Pemerintah kota telah menyalurkan bantuan kepada 418 mahasiswa dengan total anggaran mencapai sekitar Rp1,37 miliar sebagai upaya menjaga kesinambungan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Ia menyebut, pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Pendidikan harus inklusif, adil, dan merata. Semua elemen harus bergerak bersama untuk mewujudkannya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan berfokus pada pembinaan jenjang PAUD, SD, dan SMP, sementara program lain melibatkan perangkat daerah terkait. Saat ini, program beasiswa dari dana filantropi telah mulai disalurkan kepada 72 siswa SD dengan nominal Rp500 ribu per orang.
Melalui momentum Hardiknas 2026, Pemkot Sukabumi menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan, sekaligus mesin pencetak generasi unggul yang siap menghadapi masa depan. (Usep)