AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COM Sebuah gudang produksi meubel dan kerajinan berbahan kayu di Desa Kota Raden Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), terbakar pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WITA. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, bangunan gudang beserta sejumlah peralatan produksi hangus terbakar dengan total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp300 juta.
Informasi yang dihimpun dari laporan kepolisian menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Yulda yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Saat itu, Yulda mendengar suara gemertak cukup keras. Setelah keluar rumah untuk memastikan sumber suara, ia melihat kobaran api dari bagian tengah sisi kiri gudang meubel milik Ahmad Ridhani.
Melihat api mulai membesar, Yulda kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Tak lama berselang, relawan bersama petugas Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman.
Bangunan Kayu Membuat Api Cepat Menjalar
Kondisi bangunan yang sebagian besar menggunakan material kayu membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian gudang.
Gudang tersebut diketahui digunakan sebagai tempat produksi meubel dan kerajinan berbahan kayu. Selain bangunan yang terbakar, sejumlah mesin dan peralatan produksi juga ikut terdampak.
Petugas gabungan dari Polres HSU dan Polsek Amuntai Tengah kemudian melakukan pengamanan lokasi serta penanganan awal untuk kepentingan penyelidikan.
Api berhasil dipadamkan sekitar 20 menit setelah proses pemadaman dilakukan.
Polisi Lakukan Olah TKP
Tim Inafis Polres HSU bersama personel Polsek Amuntai Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kebakaran.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah bagian kabel listrik yang terbakar, bongkahan kayu serta bagian mesin pemotong kayu yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Berdasarkan keterangan pemilik, gudang tersebut menggunakan sambungan listrik dengan daya 5.500 watt. Di dalam bangunan juga terdapat sejumlah kabel yang terhubung dengan mesin-mesin produksi.
Gudang diketahui tidak dihuni dan biasanya digunakan untuk kegiatan produksi mulai sekitar pukul 06.30 hingga 17.00 WITA.
Dari hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, titik awal api diduga berasal dari korsleting listrik atau arus pendek pada bagian kabel di tengah gudang. Meski demikian, penyebab tersebut merupakan hasil dugaan awal berdasarkan pemeriksaan di lokasi.
Polisi mengamankan sejumlah barang untuk kepentingan penyelidikan, di antaranya satu elemen kabel listrik yang terbakar, bongkahan kayu terbakar serta bagian mesin pemotong kayu seperti mata gergaji dan kumparan dinamo.
Tidak Ada Korban Jiwa
Kepolisian memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tidak ada pula laporan mengenai korban luka berat maupun luka ringan.
Sementara itu, kerugian materiil akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta.
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian mendatangi lokasi, berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres HSU, melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara, olah TKP, memeriksa saksi serta mengumpulkan barang bukti.
Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran dan melengkapi penanganan perkara sesuai prosedur.
Masyarakat di sekitar lokasi diimbau tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang digunakan untuk aktivitas produksi dengan material mudah terbakar serta memiliki banyak instalasi dan peralatan listrik.
(Agus)