DP2KBP3A Kota Sukabumi Perkuat Bangga Kencana, Siapkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi memperkuat pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Program tersebut diarahkan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, meningkatkan kualitas keluarga, memperluas pelayanan kesehatan reproduksi, serta mempercepat penurunan stunting dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi, S.STP., M.Si., memaparkan kebijakan dan strategi tersebut dalam kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana dengan Mitra Kerja.

DP2KBP3A kata Yadi mengampu dua urusan wajib nonpelayanan dasar, yakni pengendalian penduduk dan keluarga berencana serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Pelaksanaannya mendukung visi Kota Sukabumi 2025–2030, yaitu Mewujudkan Masyarakat Kota Sukabumi yang Inovatif, Mandiri, Agamis dan Nasionalis (IMAN), di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Ayep Zaki, S.E., M.M., bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana.

Program Bangga Kencana juga selaras dengan visi Indonesia Emas 2045, yang mencakup pembangunan sumber daya manusia unggul, berbudaya, dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi, ekonomi maju dan berkelanjutan serta pembangunan merata dan inklusif serta negara demokratis, kuat, dan bersih.

Yadi menegaskan, arah pembangunan nasional turut mencakup delapan prioritas, yakni kesehatan berkualitas hingga pelosok, pendidikan bermutu, ketahanan pangan melalui Makan Bergizi Gratis dan kemandirian pangan, ketahanan energi melalui transisi berkelanjutan.

Penguatan ekonomi rakyat lanjut dia digerakkan melalui koperasi dan UMKM, pertahanan semesta (total defense), serta investasi global melalui akselerasi perdagangan mancanegara.

Dalam menghadapi bonus demografi periode 2025–2045, penduduk usia produktif berusia 15–64 tahun diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dengan sasaran 70–95 persen.

“Untuk mendukung peluang tersebut, pembangunan kependudukan tidak hanya berorientasi pada pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan ketahanan keluarga,” kata Yadi, Sabtu (24/10).

Ada pun isu strategis yang menjadi perhatian meliputi pengendalian pertumbuhan penduduk, pengurangan disparitas pembangunan antarwilayah, penurunan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB).

Selain itu juga digenjot peningkatan prevalensi penggunaan kontrasepsi modern (mCPR), penurunan unmet need atau kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi, serta penanganan stunting.

Pada aspek pembangunan keluarga ungkapnya, DP2KBP3A memprioritaskan pencegahan pernikahan dini, peningkatan kesehatan ibu dan anak, penguatan peran ayah dalam pengasuhan, serta peningkatan kualitas hidup lansia.

Upaya tersebut perlu dilaksanakan secara berkesinambungan melalui keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, kader masyarakat, pemerintah, dan mitra kerja. Pendekatan sepanjang siklus kehidupan diperlukan agar kebutuhan setiap kelompok, mulai dari remaja hingga lanjut usia, memperoleh perhatian yang sesuai.

Strategi pertama dan kedua dalam program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) ialah memastikan ketersediaan alat dan obat kontrasepsi di fasilitas pelayanan kesehatan serta mengintensifkan pelayanan KB.

Pengelolaan alat dan obat kontrasepsi dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi dan dicatat melalui aplikasi New Siga.

Sementara itu, peningkatan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan terdaftar mencakup rumah sakit, klinik, puskesmas, dan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB), disertai penguatan kemitraan dengan Asosiasi Klinik (Asklin).

“Strategi ketiga dilakukan melalui penguatan pelayanan KB di TPMB dengan mendorong model pelayanan “TPMB Keren”, singkatan dari Kompeten, Energik, Responsif, Empati, dan Nyaman,” terang Yadi.

Lalu strategi keempat menyasar penguatan Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP) dengan melibatkan kader IMP, Pos KB, Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), serta Sub-PPKBD di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Keterlibatan unsur tersebut diharapkan memperluas edukasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mendekatkan pelayanan KB kepada keluarga.

Berikutnya strategi kelima ialah mengoptimalkan Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB melalui pendekatan siklus hidup, penguatan institusi keluarga, dan penurunan stunting.

Strategi keenam berupa promosi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) melalui media elektronik, termasuk radio lokal Elmitra 95 FM dan Swara Perintis 93,1 FM.

Strategi ketujuh dilakukan dengan memfasilitasi peningkatan kompetensi pelayanan kontrasepsi bagi dokter dan bidan melalui pelatihan klinis bekerja sama dengan UPELKES Provinsi Jawa Barat.

Strategi kedelapan berfokus pada penguatan kesehatan reproduksi sepanjang tahapan kehidupan, mulai dari edukasi bagi remaja, pemeriksaan kesehatan pranikah bagi calon pengantin (catin), hingga pelayanan bagi lansia produktif.

Edukasi kesehatan reproduksi diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan perencanaan keluarga, sedangkan pemeriksaan pranikah menjadi bagian dari persiapan pasangan untuk membangun keluarga yang sehat.

Selain strategi KBKR paparnya, materi sosialisasi memuat lima program Quick Win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Pertama, PENTAS DAY CARE, yakni penyediaan fasilitas penitipan anak bagi pegawai di lembaga pemerintah dan perusahaan swasta sebagai dukungan pengasuhan serta pencegahan stunting.

Kedua, GENTING (Gerakan Sejuta Orang Tua Asuh Cegah Stunting), berupa bantuan gizi dan kesehatan bagi keluarga berisiko stunting melalui dukungan orang tua asuh dan masyarakat.

Ketiga, SERBU CATIN (Sertifikasi Calon Pengantin), yang meliputi konseling, pemeriksaan kesehatan gratis, dan peningkatan gizi melalui pemberian tablet tambah darah bagi calon pengantin.

“Program ini diarahkan untuk memperkuat kesiapan pasangan memasuki kehidupan berkeluarga dan meningkatkan perhatian terhadap kesehatan reproduksi serta pemenuhan gizi sebelum kehamilan,” ujarnya.

Keempat, SIAP BAHAGIA, yakni pengembangan SuperApps Pelayanan Keluarga Sejahtera berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang menyasar generasi Z dan milenial.

“Program ini mengedepankan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung akses informasi dan pelayanan keluarga. Kelima, Lansia Prima, yaitu program peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, produktif, mandiri, dan bahagia melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan, serta layanan perawatan di rumah (home care),” jelas Yadi.

Pelaksanaan seluruh strategi tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan berbagai mitra, mulai dari fasilitas kesehatan, dokter, bidan, kader IMP, pengelola Kampung KB, media elektronik, hingga keluarga dan masyarakat.

Penguatan ketersediaan kontrasepsi, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, perluasan edukasi, serta dukungan bagi keluarga berisiko stunting menjadi bagian yang saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan keluarga.

Melalui Program Bangga Kencana, DP2KBP3A Kota Sukabumi mendorong pembangunan kependudukan yang tidak hanya berfokus pada pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga pada kualitas manusia dan kesejahteraan keluarga.

Pendekatan tersebut mencakup kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, pengasuhan anak, pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan kualitas hidup lansia.

Penguatan program ini diharapkan mendukung visi pembangunan Kota Sukabumi 2025–2030 sekaligus mempersiapkan generasi yang sehat, produktif, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

“Kesinambungan pelaksanaan program, ketepatan sasaran, kolaborasi mitra kerja, serta partisipasi masyarakat menjadi unsur penting agar kebijakan Bangga Kencana dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga di Kota Sukabumi,” pungkasnya. (Usep)

Follow Us On

Trending Now​

Bekali Tahanan Baru dengan Pemahaman Pembinaan, Rutan Jepara Gelar Mapenaling dan Sosialisasi Kemandirian

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Sabtu, 24 Oktober 2026 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB...

Transaksi Tanah Rp10 Miliar Berujung Pengaduan, Cek Rp65 Juta Dipersoalkan di Polres Jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Persoalan pembayaran dalam rencana pembelian tanah senilai Rp10...

Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Tekankan Keselamatan Berlalu Lintas

KUNINGAN – Bidik-kasusnews.com                Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama...

Polres HSU Gelar Apel Operasi Patuh Intan 2026, Ajak Masyarakat Wujudkan Lalu Lintas Tertib dan Berkeselamatan

HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM                      Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU)...

Dugaan Praktik Ilegal BBM Subsidi Pertalite di SPBU Keang: Gunakan Tangki Siluman dan Jerigen Skala Besar

KEANG – BIDIK-KASUSNEWS.COM                      Praktik penyalahgunaan dan penimbunan Bahan...

Minggu Kasih, Kapolresta Cirebon Pererat Silaturahmi dan Jaga Kerukunan Antarumat Beragama

CIREBON – Bidik-kasusnews.com                  Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama...

Recent Post​

Bekali Tahanan Baru dengan Pemahaman Pembinaan, Rutan Jepara Gelar Mapenaling dan Sosialisasi Kemandirian

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Sabtu, 24 Oktober 2026 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan...

Transaksi Tanah Rp10 Miliar Berujung Pengaduan, Cek Rp65 Juta Dipersoalkan di Polres Jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Persoalan pembayaran dalam rencana pembelian tanah senilai Rp10 miliar kini menjadi pengaduan hukum di Polres...

Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Tekankan Keselamatan Berlalu Lintas

KUNINGAN – Bidik-kasusnews.com                Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., memimpin langsung apel gelar pasukan...

Polres HSU Gelar Apel Operasi Patuh Intan 2026, Ajak Masyarakat Wujudkan Lalu Lintas Tertib dan Berkeselamatan

HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM                      Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Intan...

Dugaan Praktik Ilegal BBM Subsidi Pertalite di SPBU Keang: Gunakan Tangki Siluman dan Jerigen Skala Besar

KEANG – BIDIK-KASUSNEWS.COM                      Praktik penyalahgunaan dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite...

Minggu Kasih, Kapolresta Cirebon Pererat Silaturahmi dan Jaga Kerukunan Antarumat Beragama

CIREBON – Bidik-kasusnews.com                  Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Minggu...

Hadirkan Layanan Khusus, Polres Kuningan Bentuk Desk Ketenagakerjaan Sebagai Wadah Pengaduan, Mediasi, dan Perlindungan Pekerja

KUNINGAN – Bidik-kasusnews.com                    Polres Kuningan melangkah lebih jauh dalam memberikan pelayanan sekaligus perlindungan kepada...

Polres Kuningan Sita Sejumlah Miras di Cirendang dalam Operasi KRYD

KUNINGAN – Bidik-kasusnews.com                  Kepolisian (Polres) Kuningan menyita sejumlah minuman keras (miras) yang diperjualbelikan di...

Polsek Babirik Pantau Pertumbuhan Jagung di Desa Pinangkara, 3 Hektare Ditargetkan Panen November 2026

AMUNTAI – BIDIK-KASUSNEWS.COM                Polsek Babirik melaksanakan monitoring pertumbuhan tanaman jagung kuartal III di Desa Pinangkara...