SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pekerjaan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, kembali menuai sorotan.
Warga di Mekarsari dan Babakan Pari mengeluhkan debu dari aktivitas proyek yang semakin parah hingga masuk ke rumah-rumah, membuat lingkungan kotor dan memengaruhi kesehatan anak-anak.

Warga Mekarsari, Erni mengungkapkan, rumahnya berada persis di dekat lokasi proyek, mengaku harus berkali-kali membersihkan rumah setiap hari. Debu menempel di lantai, perabot, pakaian, hingga mengganggu waktu istirahat.
“Debunya masuk terus. Malam pun tetap ada. Anak-anak jadi sering gatal-gatal,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Keluhan juga datang dari Islaeni, warga Babakan Pari, yang berada di jalur terdampak debu. Ia menuturkan kondisi rumah menjadi sangat kotor sejak proyek dimulai.
“Debu sampai masuk ke kamar. Anak saya mulai terganggu pernapasannya dan kulitnya gatal-gatal. Jemuran juga kotor lagi, terpaksa dicuci ulang,” ungkapnya.

Warga menilai pelaksana proyek minim melakukan langkah pencegahan, seperti penyiraman jalan atau pemasangan penutup material, sehingga aktivitas warga sehari-hari ikut terdampak.
Masyarakat berharap pemerintah desa dan pihak pelaksana turun tangan lebih cepat untuk mereduksi dampak debu tanpa menghambat jalannya pembangunan yang sedang berjalan.
Saat dikonfirmasi lewat aplikasi whatsapp, Kades Mekarsari Iwan Ridwan atau biasa disapa Bakar, mendukung aspirasi masyarakat yang terkena imbas polusi yang disebabkan pembangunan TPT tersebut. “Baik itu, sampaikan saja pada pihak berkepentingan,” ujarnya. (Reno)