SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Cuaca ekstrem berupa angin kencang mengakibatkan dua kejadian pohon tumbang di wilayah Kota Sukabumi, Jumat (6/11/2026).
Salah satu pohon bahkan menimpa atap rumah warga di Kampung Nyomplong Parigi, Kelurahan Nyomplong, hingga menyebabkan kerusakan pada bagian bangunan.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Yoseph Sabarudin, mengungkapkan bahwa dua peristiwa tersebut terjadi di lokasi berbeda.
Kedua lokasi itu yakni Jalan Pramuka, Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang, dan Kampung Nyomplong Parigi RT 05/RW 09, Kelurahan Nyomplong.
“Pada Jumat siang, kami menerima laporan kejadian pohon tumbang di dua lokasi berbeda. Tim BPBD bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan di lapangan,” ungkap Yoseph.
Peristiwa pertama dilaporkan sekitar pukul 14.10 WIB di Jalan Pramuka, Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang.
Sebatang pohon jenis mani’i berdiameter sekitar 20 sentimeter dengan tinggi kurang lebih 12 meter tumbang akibat terpaan angin kencang.
Merespons kejadian tersebut, BPBD Kota Sukabumi segera berkoordinasi dengan Polsek Citamiang, PLN, serta masyarakat setempat untuk melakukan penanganan dan memastikan pohon tumbang tidak menimbulkan dampak lanjutan.
“Petugas gabungan langsung melakukan penanganan di lokasi. Unsur yang terlibat di antaranya BPBD, Polsek Citamiang, PLN, dan masyarakat setempat,” jelasnya.
Selang sekitar 50 menit kemudian, tepatnya pukul 15.00 WIB, kejadian serupa kembali terjadi di Kampung Nyomplong Parigi RT 05/RW 09, Kelurahan Nyomplong.
Kali ini, pohon jenis mara dengan diameter sekitar 30 sentimeter dan tinggi kurang lebih 10 meter roboh hingga menghantam atap rumah milik Ibu Ida.
Dampaknya, bagian atap rumah dengan luas kerusakan sekitar 4 x 3 meter persegi mengalami kerusakan. Bangunan tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan total dua jiwa.
“Untuk kejadian di wilayah Nyomplong, pohon tumbang menimpa atap rumah warga. Penghuni rumah atas nama Ibu Ida, dengan jumlah satu kepala keluarga dan dua jiwa,” kata Yoseph.
Menurut Yoseph, tumbangnya kedua pohon tersebut dipicu kondisi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang.
Faktor lain yang turut memperbesar risiko adalah kondisi pohon yang telah mengalami pelapukan sehingga tidak cukup kuat menahan terpaan angin.
“Penyebabnya diduga akibat angin kencang, ditambah kondisi pohon yang sudah mengalami pelapukan sehingga tidak kuat menahan terpaan angin,” terangnya.
Dalam penanganan kejadian di Nyomplong, BPBD melibatkan berbagai unsur, mulai dari pihak kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pengurus RT/RW hingga masyarakat sekitar.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak pohon tumbang yang menimpa rumah warga.
Selain penanganan di lapangan, BPBD juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi keluarga terdampak.
Bantuan berupa terpal diperlukan untuk menutup bagian atap yang rusak, terutama sebagai langkah antisipasi agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah apabila cuaca kembali memburuk.
“Kebutuhan mendesak saat ini adalah terpal untuk menutup bagian atap rumah yang terdampak, sehingga bisa mengurangi risiko air hujan masuk ke dalam rumah,” tandasnya. (Usep