SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Kisah pilu Etin (25), warga Kampung Babakan Astana, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, akhirnya mengetuk hati pemerintah. Selama empat tahun, ia terpaksa tidur di kandang domba hanya beberapa meter dari rumah ibunya, Ibah (45).
Potret kehidupannya yang viral di media sosial menarik perhatian Bupati Sukabumi, Asep Japar (Asjap). Pada Rabu (27/8/2025), ia turun langsung meninjau tempat tinggal Etin. Jalan setapak berbatu menuju kandang pun ramai dipadati warga yang ingin melihat kunjungan itu.
“Jangan lagi tidur di sini, bahaya untuk kesehatan. Nanti kita bangunkan rumah yang lebih layak,” ujar Asjap sambil menepuk bahu Entin.

Ucapan itu membuat suasana haru. Etin yang semula gugup akhirnya berani menceritakan kesulitannya, dengan mata berkaca-kaca mendengar janji rumah baru dari pemerintah.
Selain itu, Bupati menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang baru rampung.
“Ini KTP dan KK sudah jadi, harus dijaga. Kalau sakit, bisa langsung berobat gratis ke puskesmas atau rumah sakit. Tapi tetap harus menjaga kesehatan,” pesan Asjap.
Bagi Etin, kepemilikan KTP dan KK adalah awal dari harapan baru pintu untuk mendapatkan layanan kesehatan maupun bantuan sosial yang selama ini tak pernah ia nikmati.
Kepedulian juga datang dari warga sekitar dan relawan. Mereka gotong-royong menyiapkan lahan serta membangun rumah semi permanen agar Etin dan ibunya tak lagi tidur di kandang domba.
Pemkab Sukabumi memastikan pembangunan rumah layak untuk Etin akan dimulai awal September 2025. “Kita ingin Etin segera punya tempat tinggal yang lebih manusiawi,” tegas Asjap. (Reno)