BIDIK-KASUSNEWS.COM
BANDAR LAMPUNG – Derasnya hujan di kawasan Gunung Betung, Pesawaran, pada Rabu sore (1/4) memicu banjir bandang yang melanda Taman Wisata Wiragarden, Jalan Wan Abdul Rahman, Kelurahan Batu Putuk. Peristiwa tragis itu menghanyutkan dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Bunga Rosana dan Fatmawati, yang sedang menikmati waktu bersama teman-temannya. Di tengah kepanikan, kecepatan dan ketangguhan Babinsa Kelurahan Batu Putuk, Sertu Agus Nuri, menjadi titik terang dalam upaya pencarian dan koordinasi darurat.
Laporan kejadian diterima Sertu Agus Nuri sekitar pukul 13.30 WIB melalui telepon dari Emi, petugas loket wisata. Tak menunggu sedetik pun, Babinsa Koramil 410-03/TBU itu langsung meluncur ke lokasi. Kedatangannya disambut suasana duka dan kepanikan dua orang saksi kunci, Rika Yolanda dan Damayanti, yang merupakan teman korban. Keduata selamat karena berada di lokasi sedikit lebih tinggi saat gelombang air tiba-tiba menyapu.
“Saya langsung koordinasikan dengan Basarnas Kota Bandar Lampung, aparat terkai diwilayah Teluk Betung, Lurah Batu Putuk, dan Kasitrantip untuk bergerak cepat. Waktu adalah nyawa,” ujar Sertu Agus Nuri saat ditemui di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian berlangsung mendadak. Hujan deras di hulu mengubah aliran sungai Way Betung menjadi banjir bandang dalam hitungan menit. Kedua korban, yang sedang berfoto di tepi sungai, terseret arus dan hingga pukul 17.00 WIB masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan.
Ketangguhan Babinsa tak hanya ditunjukkan dengan kecepatan merespons, tetapi juga dengan kemampuannya mengoordinasikan unsur-unsur terkait di lapangan. Bersama aparat terkait, ia tetap bertahan di lokasi hingga malam, memastikan situasi aman dan pencarian terus berlangsung.
Lurah Batu Putuk, yang turut hadir, mengapresiasi peran aktif Babinsa. “Pak Agus Nuri adalah contoh aparat kewilayahan yang benar-benar menguasai medan dan cepat mengambil tindakan. Kehadirannya sangat membantu kami mengelola keadaan,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih menyisir aliran sungai Way Betung. Sertu Agus Nuri bersama aparat lainnya terus bersiaga, menjadi simbol ketangguhan TNI AD dalam melindungi masyarakat dari musibah.
(Agus)
